Catat Situs Sejarah Uwesama dari Tutur Suku Kaili Lewat Jelajah Budaya

PARIMO, theopini.id – Taman Baca Masyarakat (TBM) Sou Mpelava di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar jelajah budaya Uwesama di Desa Binangga, Kecamatan Parigi Tengah. Kegiatan tersebut, memiliki misi mencatat budaya tutur Suku Kaili, agar tak hanya didengar namun diketahui masyarakat luas.

“Masyarakat Suku Kaili dikenal dengan budaya tutur, jadi misi kami mencatatkan situs sejarah Uwesama untuk diketahui semua orang. Sebab, budaya tutur itu hanya segelintir orang yang diceritakan dan mendengarnya,” ungkap Ketua TBM Sou Mpelava, Syilva Muslimah, Sabtu 26 Februari 2022.

Menurut dia, TBM Sou Mpelava memiliki manuskrip atau tulisan tangan oleh almarhum Husni Hamzah, tentang kerajaan yang terletak di Uwesama Desa Binangga.

Bahkan, dalam manuskrip tersebut menuliskan beberapa titik lokasi, mulai dari Uwelutu, Uweroko, Uweranda, dan Vatumetoto yang memiliki latar belakang sejarah.

“Secara administrasi lokasi Uwesama itu ada di Desa Binangga. Kami memilih Uwesama, karena sejarah ini hanya didengar saja,” kata dia.

Dia mengatakan, dengan jelajah budaya tersebut, TBM Sou Mpelava ingin kembali memastikan kondisi terkini situs sejarah yang disebutkan dalam manuskrip itu.

Selain itu, pihaknya akan mengumpulkan data dan membuat peta,  untuk memudahkan masyarakat berkunjung ke situs sejarah tersebut, dengan memastikan akses menuju Uwesama.

“Kami dibantu oleh anggota pecinta alam di desa setempat. Masyarakatnya juga mau mengantarkan jika ada yang ingin berkunjung ke sini,” ujarnya.

Kemudian, TBM Sou Mpelava juga akan membuat buku yang mencatat perjalanan ke Uwesama, yang dilengkapi dengan beragam foto situs sejarah, keterangan tentang tempat serta latar belakang penamaan tempat.

“Kemungkinan kami juga akan mencari data tambahan dengan meminta keterangan dari dewan adat setempat,” ucapnya.

Dia menyebut, jelajah budaya dilaksanakan selama dua hari mulai 26-27 Februari 2022, dengan rute Uweranda, Uwelutu, Vatumetoto, Uweroko dan berakhir di Uwesama.  

“Uwesama dalam manuskrip itu, bukan hanya satu titik air terjun, namun nama dari keseluruhan wilayah ini, yang menjadi lokasi permukiman warga kala itu,” pungkasnya.

Laporan : Novita Ramadhan