PALU, theopini.id – Sebanyak 52 petani yang berasal dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah mengikuti pelatihan budidaya Kelapa Sawit. Kegiatan tersebut, dilaksanakan selama lima hari, sejak 14-19 Juli 2022 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Petani harus bersyukur, karena tealah terpilih 2 dari 18 kabupaten yang diberi kesempatan pelatihan SDM oleh BPDPKS. Diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan secara serius,” ungkap Ketua Tim Narasumber dari Institusi Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Hariyadi, MS, di Palu, Minggu, 17 Juli 2022.
Baca Juga : Mentan SYL Targetkan Produksi 1 Juta Benih Kelapa
Menurutnya, pada periode ini IPB Training mendapat kepercayaan dari BPDPKS, untuk menyelenggarakan pelatihan dengan beberapa topik, seperti budidaya tanaman dilaksanakan di Sulawesi Tengah.
Kemudian, ada juga pelatihan administrasi dan keuangan di Sumatera Selatan, penguatan kelembagaan di Riau, Sumatera Selatan dan Sulawesi Tengah.
“Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan petani lebih bersemangat untuk mengusahakan lahan sawitnya menerapkan teknik budidaya yang baik, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sehingga dapat meningkatkan produksi, kualitas terjamin, pendapatan meningkat dan tidak merusak atau tidak mencemari lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Maya Malania Norr, MT, berharap melalui kegiatan itu petani dapat meningkatkan informasi, pemahaman, keterampilan dalam budidaya Kelapa Sawit.
Pelaksanaan pelatihan pengembangan SDM perkebunan Kelapa Sawit, kata dia, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, terkait pesiapan benih atau bahan tanam, lahan, serta penanaman.
Selain itu, tujuan dilaksanakannya program pengembangan ini adalah sarana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan tanaman, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman.
“Adanya program pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan petani Sawit. Sehingga dapat mendorong terciptanya perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan mengikuti kaidah-kadidah good agricultural practice (GAP),” pungkasnya.
Baca Juga : Mendag: Kebijakan DMO dan DPO Tak Boleh Rugikan Petani Sawit
Diketahui, kegitan pelatihan tersebut dilaksanakan BPDPKS, Direktorat Jendral Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, dan IPB Training, untuk mendukung meningkatkan produksi Kepala Sawit sebagai komoditas andalan Indonesia.







Komentar