53 Pengungsi Korban Banjir Torue Masih Ditangani Tagana

PARIMO, theopini.id – Sebanyak 53 korban banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih ditangani Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, dalam penanganan masa tanggap darurat tahap dua, terhitung sejak 12 Agustus hingga 12 September 2022.

“Posko Tagana Dinas Sosial sampai saat ini masih dibuka di lokasi bencana. Ada 53 jiwa pengungsi kami fasilitasi dan intervensi terkait kebutuhan sehari-harinya,” ujar Sekretaris Dinsos Parimo Tri Nugrah Adiyarta, Rabu, 7 Septemeber 2022.

Baca Juga : Pembangunan Huntap Pascabanjir Torue Menunggu Penyesuaian Harga

Menurutnya, Posko Tagana Dinsos sejak tahap awal, 14 hari tanggap darurat bencana telah membuka posko dapur umum bersama Tagana Dinsos Provinsi Sulawesi Tengah, Tagana Dinsos Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una (Touna). Hal itu dilaksanakan hingga masa tanggap darurat pertama berakhir pada 12 Agustus 2022.

Selain itu, Posko Tagana Dinsos sudah melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak dari Dusun I hingga V dan telah menyalurkan bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) melalui Balai Kementerian Sosial ditingkat provinsi.

“Untuk korban jiwa yang meninggal dunia sudah dilakukan pendataan dan datanya telah dikirimkan ke Kementerian Sosial untuk menerima santunan duka,” kata Rio sapaan akrabnya.

Dia berharap, tidak terjadi lagi banjir susulan karena dari awal bencana sampai saat ini telah terjadi lima kali banjir susulan. Sehingga masyarakat yang sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, terpaksa harus mengungsi kembali. Bahkan, bantuan yang telah disalurkan juga ikut terendam banjir susulan.

Terkait relokasi warga sudah disepakati oleh Pemerintah Desa (Pemdes), Pemerintah Kecamatan, Dinas Perumahan dan instansi terkait lainnya. Masyarakat yang terdampak akan di relokasi ke Hunian Sementara (Huntara) sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

Baca Juga : BPBD Siapkan Data Penghuni Huntara Korban Banjir Torue

“Semoga normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sungai Desa Torue secepatnya bisa terselesaikan. Sehingga masyarakat tidak berulang kali membersihkan rumahnya,” pungkasnya.

Komentar