PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah memanfaatkan kunjungan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Tun Seri Setia Mohd Ali Rustam, sebagai momentum memperkuat diplomasi budaya, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dengan jaringan dunia Melayu dan Islam.
“Penyambutan ini menjadi penguat hubungan Sulawesi Tengah dengan DMDI dalam membangun peradaban Islam dan mempererat jejaring internasional,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, usai menyambut kedatangan Presiden DMDI di Bandara Mutiara SIS Aljufri, Palu, Senin, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Batik Bomba Jadi Simbol Diplomasi Budaya Sulteng di IN2MOTIONFEST 2025
Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Melalui momen ini, kita ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah terbuka dan siap membangun kolaborasi dengan dunia Melayu dan Islam,” lanjutnya.
Dalam prosesi penyambutan, rombongan Presiden DMDI disuguhi Tarian Adat Peulu Cinde, tarian khas Sulawesi Tengah yang melambangkan penghormatan dan doa keselamatan bagi tamu kehormatan.
“Kita sambut dengan tarian adat Sulawesi Tengah sebagai bentuk penghormatan, sekaligus memperkenalkan budaya asli daerah kita,” kata Anwar Hafid.
Gubernur Anwar Hafid juga secara langsung memakaikan siga, penutup kepala khas Sulawesi Tengah, kepada Presiden DMDI sebagai simbol penerimaan adat di Bumi Tadulako.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi pesan bahwa Sulawesi Tengah menjunjung tinggi nilai budaya dalam membangun hubungan persahabatan,” ucapnya.
Baca Juga: Batik Banava Tampil di JFW 2025: Diplomasi Budaya Sulteng di Panggung Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, kunjungan tersebut dapat memberikan kesan positif serta menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas di bidang sosial, budaya, dan keislaman.
“Semoga dari pertemuan ini, kerja sama ke depan dapat terjalin dengan lebih mudah dan membawa manfaat bagi daerah,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar