Soal HPS, Sekda Parimo: Sigi dan Parimo Tidak Saling Gontok-gontokan

PARIMO, theopini.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Zulfinasran Ahmad menepis, adanya isu saling gontok-gontokan antara Sigi dan Parimo akibat penetapan tuan rumah pelaksanaan HPS.

“Namun, jika dirunut sejak 2020 saat Gubernur Sulawesi Tengah masih dijabat Longki Djanggola, Kabupaten Parimo telah ditunjuk sebagai tuan rumah, dan telah diajukan ke pemerintah pusat,” ungkap Zulfinasran, saat menghadiri rapat kerja di DPRD Parimo, Senin, 12 September 2022.

Baca Juga : Anggaran hingga Lokasi Kegiatan HPS Jadi Sorotan DPRD Parimo

Menurut dia, penetapan tuan rumah tidak dilakukan oeleh pemerintah pada 2020, sebab terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah.

Kemudian, pada tahun ini Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu mendapatkan informasi pelaksanaan HPS kembali dilaksanakan di Kabupaten Parimo.

“Sehingga, kami melaksanakan proses administrasi kembali, sesuai penyampaian pemerintah pusat,” kata dia.

Dasar itu, kata dia, Pemda melakukan audiens ke beberapa kementerian terkait, agar melaksanakan kegiatanya di Kabupaten Parimo.

Hasilnya, telah disetujui pelaksanaan Festival Teluk Tomini (FTT) yang masuk dalam kalender of event pariwisata Indonesia. Bahkan, pemerintah pusat juga telah merespon pelaksanaan Equator Run 10K, dan Paralayang Internasional.

“Kementerian Keluatan dan Perikanan juga sudah merespon. Pada Juni 2022, telah turun tim survey dan Direktorat Perkebunan melihat tiga kabupaten, yakni Sigi, Donggala dan Parimo. Sehingga diambilah kesimpulan,” kata dia.

Serangkaian proses itu, menjadi dasar Direktorat Perekebunan mengundang Pemda Parimo, untuk mempresentasekan persiapan HPS.

Bahkan, sebelumnya Pemda Parimo telah diundang Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, untuk pemaparan.

“Saya sendiri yang memaparkan waktu itu. Kemudian, bersama pemerintah provinsi ke Jakarta, untuk memenuhi undangan Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Saat di Jakarta, pihaknya memberikan rundown dan estimasi anggaran kepada pihak Kementerian Pertanian. Hingga akhir, telah disepakati pelaksanaan HPS pada 26 Oktober 2022, dan dilaksanakan di Kabupaten Parimo.

Bahkan biro perencanaan dan penganggaran telah mengundang Pemda Parimo,untuk mengestimasikan porsi anggaran untuk pelaksanaan HPS.

“Namun, karena kita membutuhkan rincian belanja per belanja, maka saat itu kami hanya menyampaikan estimasinya kurang lebih Rp 20-30 miliar,” paparnya.

Sehingga, disepakati pembahasan seluruh item kebutuhan, dan SK penetapan tuan rumah pelaksanaan HPS, usai kegiatan Panen Raya di Solo.

Hasil pertemuan itu, kata dia, ditindaklanjuti Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura dengan menyetujui pelaksanaan HPS di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo.

“Surat tanggal 9 Agustus itu, ditandatangani oleh Gubernur. Namun selesai kegiatan itu, terjadi perubahan. Sehingga penyampaiannya akan dilakukan survey kembali, untuk calon tuan rumah di Sigi,” ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya telah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat, bahwa SK penetapan telah siap di tandatangani oleh Menteri Pertanian, dan pelaksanaannya di Kabupaten Parimo. Tapi, menunggu selesainya kegiatan G20 di Bali.

Baca Juga : Tim Penggerak PKK Parimo Dukung Pengembangan UMKM Lewat Pelatihan

Meskipun HPS tidak jadi dilaksanakan di Kabupaten Parimo, tidak menjadi permasalahan. Sebab, mata anggaran disetiap OPD telah sesuai Rencana Kerja (Renja), dan tidak berlabel HPS.

“Mau jadi atau tidak jadi kegiatan itu, tidak masalah. Contohnya jalan menuju Pantai Mosing, adalah jalan kabupaten. Itu masuk peningkatan jalan yang menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP),” pungkasnya.

Komentar