Atlet Asal Korsel dan Thailand Akan Ikuti Event Paralayang di Parimo

PARIMO, theopini.id – 50 atlet tercacat telah mendaftar sebagai peserta event Paralayang Internasional yang akan digelar di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parimo Sulawesi Tengah, pada 17-20 November 2022.

Bahkan, menurut Federasi aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Parimo, empat dari seluruh peserta yang terdaftar, merupakan atlet Paralayang yang berasal dari Korea Selatan (Korsel) dan Thailand.

“Dalam persiapan event kejuaraan Paralayang Internasional saat ini, peserta sudah terdaftar sejumlah 50 orang lebih, di antaranya empat orang dari Korsel dan satu orang dari Thailand,” ungkap Ketua FASI Kabupaten Parimo, Wahyudin A. Takuloe, Jum’at, 14 Oktober 2022.  

BACA JUGA:  Penekanan Tombol Sirene Tandai Pembukaan Muktamar Alkhairaat di Sigi

Baca Juga : Pemda Parimo Gelar Rapat Persiapan Event Paralayang Internasional

Menurutnya, FASI Pusat telah menetapkan kuota pendaftar peserta event Paralayang Internasional sebanyak 150 atlet.

Pihaknya, terus melakukan sosialisasi pendaftaran peserta event bagi negara luar, melalui link website luar Negeri.

“Kejuaraan ini akan memperebutkan total bonus Rp 152 juta,” ungkapnya.

Adapun kategori dari event tersebut, kata dia, di antaranya Man Individual Internasional, Women Individual Internasional, Team Internasional Beregu (Overall), Man Individual Nasional dan Man Individual Nasional.

Selain itu, Paralayang Nasional dari pihak TNI Angkatan Udara (AU) akan menghadirkan Hot Air Balon (Balon Udara).

BACA JUGA:  Pemda Banggai Fokus Perkuat Akuntabilitas Keuangan dan Kesiapan APBD 2026

“Balon Udara ini bertujuan untuk memeriahkan event Paralayang Internasional sebagai salah satu bentuk dukungan dari pihak TNI AU,” tukasnya.

Baca Juga : Soal HPS, Sekda Parimo: Sigi dan Parimo Tidak Saling Gontok-gontokan

Bahkan, tim AU juga akan menyiapkan dokter yang tergabung dari organisasi WALUBI IDI sebanyak 10 orang. Para dokter akan melakukan pengobatan gratis, seperti pengobatan bibir sumbing, dan pembagian kacamata baca sebanyak 300 unit di lokasi kegiatan.

Komentar