PARIMO, theopini.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga kini, telah melakukan langkah antisipasi untuk mendukung kerawaan pangan nasional maupun global, melalui penetapan lima kebijakan program prioritas.
“Kita sangat bersyukut, Indonesia memiliki keanekaragaman kekayaan hayati yang luar biasa. KKP telah menyiapkan roadmap ekonomi biru dengan tujuan untuk menjaga ekosistem laut berkelanjutan, dan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung ketahanan pangan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat menyampaikan sambutannya di puncak Hari Ikan Nasional (Harkannas), di objek wisata Mosing, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin, 21 November 2022.
Baca Juga : Perubahan Ekonomi Global Pengaruhi Ekspor Hasil Perikanan
Menurutnya, program pertama adalah perluasan wilayah konservasi tertutup di Indonesia, dan telah dibagi menjadi enam zona penangkapan.
Tiga hal penting dalam perluasan wilayah konservasi, kata dia, yakni pemijahan karena jika tidak terganggu wilayahnya, ikan akan beranakpinak dengan baik, memproduksi oksigen dan penyerapan karbon.
“Kabupaten Parigi Motong, Sulawesi Tengah, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harkannas ke-19, masuk dalam zona tiga dengan potensi perikanannya tidak kurang dari 2 juta ton,” kata dia.
Program kedua, kebijakan penangkapan ikan secara terukur. Sementara program ketiga, yakni pembangunan Budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dia menyebut, ada empat komoditi unggul budidaya perikanan Indonesia, yang meliputi udang, lobster, kepiting dan rumput laut.
“Budidaya udang dengan teknologi yang digunakan saat ini, menurut saya merupakan yang terbaik di Inodonesia,” ujarnya.
Indonesia, lanjutnya, memiliki miliaran jenis lobster yang belum mampu dilakukan pemijahan dengan baik. Sedangkan komuditi rumput laut, disebut sebagai emas hijau karena memiliki nilai yang sangat luar biasa.
Sebab, selain untuk bahan baku pangan, obat-obatan, kosmetik, rumput laut juga dapat digunakan sebagai pengganti plastik.
Baca Juga : Lomba Masak di Harkannas Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan
“Kalau sekarang di Kabupaten Parigi Moutong, rumput laut masih terabaikan karena masyarakat hanya melemparnya dan empat bulan dipanen, dikeringkan, kemudian dijual. Ke depan cara tersebut tidak boleh lagi dilakukan,” kata dia.
Kemudian, program keempat adalah menyangkut soal pariwisata, yaitu menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Terakhir, program kelima aalah penanganan sampah plastik di laut yang akan berdampak pada kesehatan manusia, jika dikonsumsi oleh ikan.











