PARIMO, theopini.id – Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tercatat Sunting di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menurun menjadi 27 kasus.
“Pada tahun sebelumnya, kasus Stunting di Kabupaten Parimo terdapat 31 kasus,” ungkap Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, di Parigi, Jum’at, 10 Februari 2023.
Baca Juga : Serius Turunkan Stunting, Pemda Parimo Gelar Rakor TPPS
Menurutnya, penurunan kasus Stunting tersebut, merupakan kabar baik untuk Kabupaten Parimo, karena di kabupaten lain mengalami peningkatan.
Capaian tersebut, kata dia, berkat kerja sama seluruh pihak di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo. Sehingga, diharapkan dukungan serupa tetap terjalin, agar ke depan kasus Stunting bisa menurun sesuai target.
“Untuk penanganan Stunting pada tahun ini, Pemda Parimo telah mengalokasikan anggaran, dan diharapkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat segera melaksanakan kegiatannya,” kata dia.
Sebelum memulai, lanjut dia, Pemda Parimo telah melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) teknis program kegiatan Stunting.
Harapannya, Rakor tersebut menghasilkan satu pemahaman analisis dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Parimo.
“Rapat seperti ini, wajib kita lakukan. Mengingat ini awal tahun, apalagi program percepatan penurunan Stunting sangat teknis,” ucapnya.
Irwan mengatakan, pembahasan yang dilakukan dalam rapat tersebut, berkaitan dengan berbagai indikator pencapaian target setiap OPD. Sekaligus, sebagai langkah tindaklanjut hasil rekomendasi analisis yang telah dilakukan.
Baca Juga : Berikut Program Pemda Parimo Menurunkan Angka Stunting di 2023
“Alhamdulillah semua teman-teman sepakat untuk menindaklanjuti hal itu. Bahkan, pekan depan akan melaporkan apa saja yang sudah disepakati dalam Rakor,” pungkasnya.













