PARIMO, theopini.id – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta petani bersiap menghadapi cuaca ekstrim El-Nino, yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan 2023.
“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan akan terjadi musim kemarau, lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir. Sehingga, petani harus melakukan langka antisipasi menghadapi fenomena alam ini,” ungkap Kepala Dinas TPH Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, di Palu, Senin, 5 Mei 2023.
Baca Juga: Dinas TPH Sulteng Dukung Sensus Pertanian 2023
Dia mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat edaran ke instansi terkait di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, pada 16 Mei 2023, untuk mengantisipasi musim kemarau 2023 tersebut.
Surat tersebut, kata dia, berisi tentang imbauan yang meminta daerah untuk mendorong petani melakukan percepatan tanam, dan memaksimalkan capaian target luas tanam MT April-September 2023.
“Sebagaimana yang telah ditetapkan dengan menyusun rencana target tanam April-September 2023,” imbuhnya.
Kemudian, perlu memastikan kesiapan saprodi, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI), dan penanganan panen serta pasar.
Selain itu, mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan, untuk mempercepatan pertanaman padi pada daerah yang curah hujannya masih cukup tinggi.
“Tujuannya, untuk memaksimalkan pertanaman pangan, khususnya padi,” jelas Nelson.
Bahkan, daerah juga perlu memanfaatkan benih insitu untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing-masing, dan memastikan ketersediaan benih toleran kekeringan, seperti varietas Inpago 5, Impago 8, Inpage 9, Ingago 10, Inpari 10 Laeya, Rindang 1 Agritan, Rindang 2 Agritan, varietas lokal sejenisnya serta varietas tahan OPT endemis.
Baca Juga: Dinas TPH Sulteng Dorong Pemanfaatan Kartu Tani
Daerah pun diminta mengoptimalkan pemanfaatan sumur pompa, sumur suntik, biopon, embung dan longstorage dalam mendukung ketersediaan air.
“Yang terpenting, ialah meningkatkan koordinasi dengan instansi lain, terkait sistem pengairan, perbaikan drainase optimalisasi infrastruktur, penyiapan pompa, panen air, penerapan teknologi hemat air,” pungkasnya.







Komentar