117 JCH Asal Parimo Diberangkatkan ke Asrama Haji Palu

PARIMO, theopini.id Kementerian Agama (Kemenag) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar pelepasan 117 Jemaah Calon Haji (JCH) untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Palu, Senin, 5 Juni 2023.

“Tahun ini, jemaah yang tertua sebanyak dua orang, berusia 91 tahun, dan termuda satu orang berusia 20 tahun,” kata Kepala Kemenag Parimo, Ahmad Hasni, dalam sambutannya.

Baca Juga: Kemenag Parimo Distribusi 78 Perlengkapan CJH

Menurutnya, 117 JCH yang diberangkatkan ke tanah suci tahun ini, terdiri dari 37 laki laki dan 80 perempuan yang tergabung pada kloter 9 embarkasi Balikpapan.

Sementara, lima JCH berasal Kabupaten Parigi Moutong, akan tergabung pada kloter sepuluh Balikpapan.

“Untuk lima orang yang di kloter sepuluh Balikpapan, akan langsung diberangkatkan ke Jeddah,” imbuhnya.

Kemudian, terdapat delapan Petugas Penyelenggarah Jamaah Haji (PPJH), terdiri dari satu orang akan bertugas di Arab Saudi, tiga orang melekat dalam kloter dari Kemenag, dan empat orang tenaga kesehatan jemaah haji Indonesia.

JCH embarkasi Balikpapan, akan diterima hari ini oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Tengah, di Kota Palu, dan diberangkatkan ke Balikpapan, pada Selasa, 6 Juni 2023.

“Selanjutnya, pada 7 Juni 2023, dari Balikpapan akan langsung bertolak ke Madinah,” ujarnya.

Persiapan penyelenggaran haji yang telah terlaksana dengan baik oleh panitia dan instansi lainnya, kata dia, tidak terlepas dari partisipasi aktif serta kerja sama dari seluruh pihak.

Sehingga, ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo yang berperan aktif dalam kelancaran penyelenggaran haji tahun ini.

“Saya berharap, koordinasi yang telah dibangun selama ini, terus dijaga dan dipelihara sampai kembalinya jemaah haji ke tanah air,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Abdul Azis Tombolotutu mengatakan, menunaikan Ibadah haji adalah bentuk spiritual tahunan kaum muslimin yang mampu secara materi dan fisik.

Pelaksanaan ibadah haji, cukup berat karena tempat yang jauh, kondisi alam tidak bersahabat serta kultur masyarakat berbeda, baik suku dan bahasa.

Sehingga, dengan beratnya tantangan yang dihadapi tersebut, pemerintah selaku pelaksana bimbingan jemaah haji terus meningkatkan pelayanan, seperti sarana dan prasarana.

Olehnya, diharapkan setiap JCH untuk selalu siap dalam segi mental dan fisik, penginapan, pemondokan serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

“kepada seluruh jamaah haji agar meluruskan niat, mensucikan hati dan membersihkan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesannya.

Baca Juga: 117 CJH Asal Parimo Siap Diberangkatkan pada Musim Haji 2023

Dia juga mengingatkan, untuk mengiatkan iman, perbanyak sabar dalam menghadapi setiap tantangan dan kesulitan serta tidak dipengaruhi hawa nafsu yang dapat merusak jalannya ibadah haji.

“Seluruh jamaah diharapkan selalu menjaga kekompakan, dan kerukunan serta melakukan koordinasi dengan petugas haji yang selalu melayani, jika mengalami kesulitan,” pungkasnya.

Komentar