PALU, theopini.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan pada anak para pelaku kasus asusila di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Ini yang kita harapkan, tidak hanya di Sulawesi Tengah. Selain kita memberikan fokus terhadap korban, anak korban, tetapi juga jangan mengabaikan anak dari pelaku,” kata Ayu Bintang Darmawati, saat melihat kondisi korban asusila di RSUD Undata Palu, Jum’at, 9 Juni 2023.
Baca Juga: 17 Pengacara Hotman Paris Bantu korban Asusila 11 Pelaku di Parimo
Menurutnya, anak dari pelaku dalam kasus tindak asusila tersebut, tidak boleh mendapatkan sigma dari kesalahan orang tuanya.
Sebab, anak merupakan masa depan serta generasi bangsa, berhak mendapatkan perlindungan dari negara.
“Untuk salah satu tersangka dari aparat, anaknya sudah ditanggung oleh Kapolda Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Kemudian, perlindungan terbaik bagi anak-anak tersangka lainnya, akan ditanggung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Ayu Bintang Darmawati juga menyatakan, sepakat dengan prespektif Kapolda Sulawesi Tengah, atas pasal persetubuhan yang diterapkan dalam kasus tersebut.
“Ini pasal yang paling maksimal, dan diharapkan memberikan efek jerah bagi para pelaku,” tukasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas langkah cepat Polda Sulawesi Tengah, yang telah menangkap 10 dari 11 pelaku.
Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah menyiapkan fasilitas rumah sakit bagi korban untuk menjalani perawatan medis.
“Direktur dan dokter ahli di RSUD Undata Palu, telah memberikan penanganan terbaik,” ujarnya.
Selama menjalani perawatan, ada perkembangan yang cukup bagus terhadap kesehatan korban.
Baca Juga: Kemensos Dampingi Remaja 15 Tahun Korban Asusila 11 Pelaku di Parimo
Sehingga membantu pihak Kepolisian dalam pemenuhan data dan informasi dari korban untuk penegakan hukum.
“Tujuan kunjungan kami di Palu, untuk mengkoordinasikan. Sehingga, kami dapat mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan, bukan hanya untuk kesembuhan. Tapi korban juga tidak boleh trauma,” pungkasnya.







Komentar