PARIMO, theopini.id – Forum Komunikasi Pencinta Alam Pantai Timur (FKPAPT) bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menanam 300 bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai Desa Mertasari, pada Rabu, 2 Agustus 2023.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Karena, ekosistem mangrove secara tidak langsung memberi manfaat kepada banyak orang, termasuk nelayan dan warga pesisir,” ungkap Pemerhati lingkungan, Relawan Mangrove Teluk Tomini, Hamzah Tjakunu, Rabu, 2 Agustus 2023.
Baca Juga: Penanaman Mangrove di Parimo Lampaui Target Muri
Menurutnya, ekosistem mangrove merupakan bagian dari sabuk, antara lautan dan daratan. Di mana, terdapat kehidupan pasang surut, juga banyak manfaat dan bisa dinikmati masyarakat.
Namun, terkadang terabaikan dengan karena menganggap ekosistemnya, salah satu ekonomi langsung, yang dapat dimanfaatkan.
“Akibat itu, mereka melakukan proses alih fungsi,” ujarnya.
Hamzah menyebut, perihal perusakan mangrove, diakibatkan maraknya pembukaan lahan tambak serta permukiman. Akan tetapi, terkadang masyarakat dianggap sebagai perusak dan penebangan.
Bahkan, hanya menghitung jumlah dari pematang, dengan melihat tidak adanya pasang surut, serta airnya panas. Akibatnya, ratusan pohonmangrove berusia ratusan tahun, dalam sekejap mati.
Baca Juga: Warga Toboli Laporkan Pengrusakan Mangrove ke DLH Parimo
“Jadi, bayangkan pada satu hektar itu, satu kali satu meter persegi pohon ditegakkan. Artinya, ada 10.000 pohon dirusaki oleh penambak,” pungkasnya.














