JAKARTA, theopini.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menyiapkan Simulasi Penanggulangan Bencana Prioritas Nasional di 5 provinsi yang akan dilaksanakan pada tahun ini.
“5 provinsi prioritas nasional yang akan dijadikan fokus pelatihan simulasi penanggulangan bencana antara lain, Bali, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap Kepala Bidang Penyelenggara dari Pusdiklat BNPB, Apriyuanda Giant Bayu Pradana, dalam keterangan resminya, Minggu, 21 Januari 2024.
Baca Juga: BNPB Gelar Rakor dan FGD Penguatan Program IDRIP di Parimo
Ia mengatakan, sesuai dengan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, harus merubah paradigma penanggulangan bencana dari yang semula bersifat responsif menjadi preventif aktif.
Tujuan utamanya, antara lain meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan pemerintahan daerah dalam melaksanakan simulasi penanggulangan bencana, khususnya Table Top Exercise (TTX) dan geladi posko atau Command Post Exercise (CPX).
Selain itu, membangun sistem dan prosedur koordinasi serta komando yang lebih baik, antar stakeholder terkait dalam penanggulangan bencana.
Bahkan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemerintah daerah serta masyarakat dalam komando darurat bencana.
“Menyiapkan bahan rekomendasi perbaikan rencana kontijensi maupun pembuatan SOP terkait penanganan darurat bencana di daerah,” ujarnya.
Pada simulasi kesiapsiagaan penanggulangan bencana, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan memahami 2 metode standar pelatihan yang akan digunakan, yaitu Geladi ruang atau metode TTX dan CPX.
Baca Juga: BNPB Minta Disdikbud Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah
Ia menjelaskan, TTX atau Geladi Ruang adalah latihan yang berdasarkan metode diskusi dan difasilitasi menggunakan scenario ancaman, untuk menguji kemampuan unsur pimpinan dalam koordinasi serta pengambilan keputusan terhadap kebijakan, strategis, prosedur dalam merespon ancaman bencana.
“Sementara CPX atau Geladi Posko adalah latihan yang melibatkan satu atau multipihak atau lembaga/instansi untuk menguji kapasitas dan berbagai fungsi yang dimiliki, guna melatih kemampuan dan keterampilan unsur pimpinan dan staf komando penanganan darurat bencana,” pungkasnya.







