Menko PMK Dorong Penuntasan Kemiskinan Ekstrem hingga Stunting di Berau

BERAU, theopini.id Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyoroti kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kondisi kemiskinan ekstrem Kabupaten Berau pada 2022, berada di angka 1,15 persen, atau sedikit di atas angka nasional sebesar 1,12 persen dengan angka capaian Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 0,10 persen.

Baca Juga: Menko PMK: Limbah Sampah Plastik Ancaman Kelestrian Bumi

Muhadjir mengatakan, menurut estimasi perhitungan yang dilakukan, penurunan yang signifikan di tingkat provinsi pada 2023 tersebut, akan diikuti Kabupaten Berau.

“Angka penurunan kemiskinan ekstrem ini akan berkolerasi dengan penurunan di tingkat provinsi. Sehingga capaian itu, sudah mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah. Saya optimis di akhir tahun target dapat dicapai,” ucap Muhadjir, saat memantau penyaluran bantuan pangan, di Kabupaten Berau, Kamis, 1 Februari 2024.

Selain itu, Muhadjir memberi catatan khusus kepada segenap jajaran pemerintah Kabupaten Berau terkait angka prevalensi Stunting.

Berdasarkan data SSGI 2022, daerah yang dikenal dengan wisata alam bawah lautnya itu, tercatat masih masuk ke dalam kategori tinggi Stunting, dengan angka sebesar 21,6 persen.

Ia mendorong, pemerintah Kabupaten Berau untuk membentuk program khusus tepat sasaran, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Perlu upaya khusus untuk mempercepat penurunan angka Stunting. Manfaatkan potensi alam yang ada, lakukan pemantauan berkala kepada Ibu hamil hingga pertumbuhan balita,” tegas Muhadjir.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan sejumlah program percepatan, di antaranya membentuk Tim Percepatan Penangulangan Kemiskinan, koordinasi lintas sektor dengan melibatkan BAZNAS dan pihak swasta.

Selain itu, upaya verifikasi dan validasi data P3KE, hingga fasilitasi jajaran OPD di tingkat kecamatan yang membutuhkan data dalam rangka penyaluran bantuan.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Desa Wisata Jadi Destinasi Favorit Saat Libur Lebaran

Sedangkan dalam upaya penanganan Stunting, Gamalis mengungkapkan sejumlah upaya khusus dalam menekan angka Stunting, seperti penganggaran APBD, audit kasus sesuai dengan delapan aksi konvergensi, pembinaan 1000 HPK di 16 kampung se-Kabupaten Berau, hingga orientasi dan pembinaan pada 170 tim dan 510 kader.

“Upaya-upaya ini, masih terus kami lakukan  untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dan Stunting. Bantuan dari pusat juga akan turut mendukung kami dalam mempercepat dan segera menuntaskan angka prevalensi yang masih tersisa,” pungkasnya.

Komentar