PARIMO, theopini.id – Pelayanan di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah kembali menuai keluhan.
Kali ini, keluarga pasien menyoroti minimnya kehadiran dokter ahli yang dinilai berdampak terhadap penanganan pasien rawat inap.
Keluhan tersebut disampaikan Marni, warga Kecamatan Mepanga, yang ayahnya Rusman (59), warga Dusun II Desa Malalan, sempat menjalani operasi di RSUD Raja Tombolotutu sebelum akhirnya dirujuk dan dirawat di RSUD Anuntaloko Parigi.
“Saya baru tahu kalau dokter ahli di situ datangnya nanti Kamis, Jum’at dan Sabtu,” ujar Marni saat ditemui di Parigi, Jum’at 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan, ayahnya masuk ke RSUD Raja Tombolotutu setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Mepanga pada 27 April 2026, dengan diagnosis gejala usus buntu.
Namun, setelah operasi dilakukan pada 30 April 2026, pasien disebut hanya sekali mendapat penanganan langsung dari dokter ahli.
Padahal, lanjut dia, kondisi Rusman sempat menurun pascaoperasi. Pasien mengalami demam tinggi, batuk hingga muncul lendir di tenggorokan yang menyebabkan dirinya harus menggunakan bantuan oksigen.
Meski pelayanan tenaga kesehatan di rumah sakit dinilai cukup baik, keluarga berharap kehadiran dokter ahli dapat lebih maksimal untuk memantau perkembangan kondisi pasien.
“Tiap hari kami dijanjikan menunggu dokter, tapi saat dokter datang hari Sabtu, ayah saya hanya sekali diperiksa dan disarankan boleh pulang kalau demamnya sudah tidak kambuh,” katanya.
Menurut Marni, keputusan keluarga membawa pasien pulang lebih disebabkan kekhawatiran terhadap minimnya kehadiran dokter spesialis di rumah sakit tersebut.
Kekecewaan keluarga kembali terjadi saat kondisi pasien memburuk akibat lendir di tenggorokan dan harus kembali mendapat bantuan oksigen di Puskesmas Mepanga.
Saat hendak dirujuk kembali ke RSUD Raja Tombolotutu, keluarga mengaku mendapat penolakan dengan alasan keterbatasan tabung oksigen.
“Paling tidak harus ditangani dulu sedikit, karena pasien pernah dirawat di situ,” ujarnya.
Padahal, sebelumnya pihak keluarga telah meminta kepada Puskesmas Mepanga agar pasien langsung dirujuk ke RSUD Anuntaloko Parigi. Hanya saja, permintaan itu tidak dipenuhi dengan alasan pasien sebelumnya telah ditangani di RSUD Raja Tombolotutu.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Parimo, Irawati, meminta pemerintah daerah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelayanan di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo.
Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar hak-hak pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan dapat terpenuhi, termasuk mencari solusi terkait keterbatasan tenaga dokter ahli.
“Langkah konkret harus ada, karena ini menyangkut keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan,” tegas Irawati.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar