FKUB Sulteng-Pimpinan Katolik Bersinergi Tingkatkan Kualitas Kerukunan

PALU, theopini.id Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama pimpinan dan jemaat Katolik bersinergi meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

“FKUB terus berupaya merangkul semua tokoh – tokoh dan pimpinan agama, untik bersama-sama meningkatkan kualitas kerukunan, termasuk tokoh dan pimpinan Agama Katolik,” kata Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Profesor Kiai Haji Zainal Abidin, di Kota Palu, Jum’at, 9 Februari 2024.

Baca Juga: FKUB Diharapkan Menjembatani Harmonisasi Umat Beragama di Parimo

Ia mengatakan FKUB Sulawesi Tengah, berkepentingan untuk bersinergi dengan Katolik, sebagai satu satu mitra yang memiliki peran strategis dalam pembinaan umat, untuk meningkatkan kualitas kerukunan.

Menurutnya, meningkatkan kualitas kerukunan perlu dilakukan dengan penguatan lima strategi. Pertama, FKUB dan Katolik harus gencar meningkatkan paradigma umat, untuk menerima perbedaan.

Para tokoh agama harus menyampaikan kepada umat, bahwa realitas keberagaman dalam kehidupan masyarakat adalah keniscayaan.

“Keberagaman ini berdampak langsung pada lahirnya perbedaan. Semakin heterogen masyarakat, semakin banyak perbedaan yang muncur,” ujarnya.

Meningkatkan kualitas kerukunan, kata dia, tidak dengan menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, dapat diwujudkan melalui pengakuan dan penghargaan terhadap perbedaan.

Kedua, mengedepankan persamaan, di mana setiap agama, memiliki karakteristik khas dan membedakannya dengan agama lain.

Namun, dari segi pesan moral bersifat sosilogis terlihat jelas nilai-nilai humanis universal, yang disepakati semua agama.

Baca Juga: FKUB Sulteng Kunjungi GPdI, Perkuat Implementasi Moderasi Beragama

“Ketiga, tokoh lintas agama harus menyampaikan kepada umat agar sesama umat beragama harus saling percaya dan memahami,” ujarnya.

Keempat penguatan pemahaman mengenai moderasi beragama, dan implementasinya. Terakhir, harus diikutkan dengan kesadaran global, kerukunan umat beragama adalah kebutuhan semua pihak.

Komentar