Kemenko PMK Bahas Persiapan Idulfitri dan Arus Mudik Lebaran

JAKARTA, theopini.id Kemenko PMK menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas persiapan Idulfitri 1445 Hijriyah, dan arus mudik Lebaran 2024, di Jakarta, Jum’at, 15 Maret 2024.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Warsito mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya, dalam rangka pelaksanaan Idulfitri 1445 Hijriyah, dan arus mudik Lebaran 2024, agar berjalan baik.

Baca Juga: Wapres Hadiri UHC Aword 2023, Sigi Terima Penghargaan

Mulai dari jaminan keamanan masyarakat dalam beribadah, kesediaan pangan dan stabilitas harga pangan, hingga kesiapan infrastruktur dan moda transportasi yang akan digunakan mudik dan balik lebaran oleh masyarakat.

“Perayaan Idul Fitri tahun 1445 Hijriyah ini, sepertinya tidak terjadi perbedaan, meskipun tetap harus menunggu hasil sidang isbat di akhir Ramadhan nanti,” ujarnya.

Rakor ini, kata dia, untuk memastikan semua kementerian dan lembaga sesuai dengan kewenangan serta tugasnya, mempersiapkan perayaan idul Fitri dan mudik lebaran.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukan, pergerakan masyarakat pada mudik lebaran tahun ini, berpotensi mencapai 71.7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang.

“Kita bersyukur memiliki pengalaman mengkoordinasikan secara rutin, terutama pasca Covid-19, yaitu lebaran tahun lalu dan nataru telah berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sedangkan tahun ini, jumlah masyarakat yang akan mudik diperkirakan mencapai 71,7% atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka ini, meningkat dibanding mudik lebaran pada 2023, yakni 123,8 juta orang.

Puncak arus mudik 2024 diprediksi akan terjadi pada 5-7 April 2024. Sementara puncak arus balik pada 14-16 April 2024.

Baca Juga: 5 Kecamatan di Parimo Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrim

Sepanjang periode tersebut, pemerintah juga akan melakukan langkah antisipasi. Di antaranya, kesiapan rest area, ledakan pengunjung di destinasi wisata, antisipasi bencana alam/cuaca ekstrim, ataupun konflik sosial.

“Kami akan terus memantau persiapan Idulfitri melalui rapat koordinasi teknis dengan seluruh pihak terkait, dan juga koordinasi secara online untuk penyelesaian permasalahan teknis di lapangan,” pungkasnya.