PARIMO, theopini.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Zulfinasran A Tiangso menyampaikan risiko pernikahan dini saat Safari Ramadan di Desa Toribulu, Kecamatan Toribulu, Selasa malam, 2 April 2024.
“Salah satu program Pemerintah untuk menangani masalah Stunting, ialah mencegah pernikahan anak usia dini yang masih menjadi permasalahan krusial hingga saat ini,” kata Sekda Zulfinasran.
Baca Juga: IKAHI Masuk Sekolah, Edukasi Soal ABH dan Pernikahan Usia Dini
Menurutnya, sebagai daerah yang peduli terhadap masa depan generasi penerus Kabupaten Parimo, pihaknya berkomitmen untuk melindungi anak-anak dari risiko pernikahan usia dini.
Ia menyebut, Stunting merupakan tanggung jawab bersama, baik Pemerintah Pusat, kabupaten hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), Tenaga Medis, dan Paramedis.
“Kita harus selalu menganalisa lingkungan, dan adanya penyusunan program kerja yang konkrit,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan merupakan langkah Pemerintah meningkatkan tali silaturahmi, serta memberikan siraman rohani sebagai wujud pendekatan dengan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Sekda Zulfinasran menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Parimo yang tertib, damai, dan kondusif, khususnya sebelum pelaksanaan Pemilu, pada 14 Februari 2024 hingga bulan suci Ramadan.
Hal ini, merupakan salah satu bukti kedewasaan dalam berpolitik. Bahkan, dengan adanya perbedaan pilihan tetapi tidak menimbulkan perpecahan atau sengketa di tengah masyarakat.
“Seluruh proses tahapan Pemilu hingga saat ini telah terlaksana dengan damai, dan demokratis,” imbuhnya.
Ia berharap, antusiasme dan tingginya partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 diteruskan sampai pemilihan kepala daerah mendatang.
Baca Juga: Pola Asuh Tak Maksimal Sumber Utama Peningkatan Stunting
Sehingga dapat terpilih kepala daerah terbaik yang akan memimpin Kabupaten Parimo lima tahun ke depan.
Diketahui, Mesjid Jami Al Hikmah, Desa Toribulu, merupakan titik terakhir pelaksanaan Safari Ramadan Pemda Parimo.






