PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir mengingatkan stakeholder yang telah diberokan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua asuh keluarga berisiko Stunting agar lebih serus melakukan pendampingan.
“Sehingga, terwujud keluarga berkualitas yang bebas Stunting di Sulawesi Tengah,” kata Wagub Ma’mun Amir, saat memghadiri Rapat Laporan pelaksanaan intervensi Tahap I program Tangguh Bersinar, di Palu, Rabu, 29 Mei 2024.
Baca Juga: BRIDA Sulteng, Jasa Raharja dan UNTAD Palu, Evaluasi Bantuan Stunting di Sigi
Menurutnya, penanganan Stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tapi juga menjadi tanggung jawab stakeholder yang harus dikerjakan secara terpadu.
Ia berharap perangkat daerah dan stakeholder yang terlibat dalam program Tangguh Bersinar, dapat melaporkan segala hambatan dan tantangan selama di lapangan.
“Hasilnya, akan dilaporkan kepada Gubernur untuk mendapatkan masukan dan kesimpulan, dalam penanganan Stunting di Sulawesi Tengah,” terangnya.
Setelah lauching pada Januari 2024, program Tangguh Bersinar menunjukkan hasil positif, buktinya mampu menurunnya angka Stunting di Kabupaten Sigi, mencapai 10,4% dari data awal 36%, menjadi 26%.
Program Tangguh Bersinar, merujuk Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor: 400.9.14/24/Bappeda-G.ST/2024 tertanggal 23 Januari 2024.
Baca Juga: Turunkan Stunting di Sigi, Pemprov Sulteng Siapkan Program Tangguh Bersinar
Surat keputusan tersebut, tentang lokasi sasaran dan orang tua asuh Program Terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Perangkat Daerah (Tangguh Bersinar) 2024 dan Kabupaten Sigi dipilih sebagai pilot project.
“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah berpartipasi dalam penanganan Stunting di Kabupaten Sigi,” pungakasnya.






