PALU, theopini.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulawesi Tengah menggelar Bimbingan Teknis Pemanfaatan Data Informasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), di Palu, Selasa, 4 Juni 2024.
“IDSD merupakan instrumen pengukuran daya saing pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga, dapat merefleksikan produktivitas daerah,” ungkap Kepala BRIDA Sulawesi Tengah, Faridah Lamarauna.
Baca Juga: Lindungi HKI, Kakanwil Kemenkumham-BRIDA Sulteng Jalin Kerja Sama
Pengukuran IDSD ini, menurutnya, mengadopsi kerangka konseptual dan metode pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) dari World Economic Forum (WEF), terdiri dari empat komponen pembentuk daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.
Sulawesi Tengah, kata dia, termasuk dalam provinsi yang memiliki skor IDSD di atas skor Nasional sebesar 3,44 pada 2023.
Dalam aspek SDM dan aspek ekosistem inovasi, Sulawesi Tengah berada di atas angka rata-rata skor Nasional. Namun aspek lingkungan pendukung dan pasar, skornya masih di bawah rata-rata.
“Kami sangat berharap pengetahuan ini, dapat diwujudkan ke dalam sebuah kebijakan pembangunan yang tepat, guna memperkuat daya saing daerah” ungkap Faridah.
Ia mengatakan, penguatan daya saing daerah akan berdampak pada tingkat nasional yang menjadi salah satu tujuan UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Saat ini, merupakan momentum tepat untuk memanfaatkan IDSD. Mengingat, seluruh daerah sedang dalam proses menyusun berbagai dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Baca Juga: Perkuat Koordinasi, BRIDA Sulteng Gelar Rakorda Riset dan Inovasi di Parimo
Sejalan dengan surat edaran bersama, diterbitkan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 600.1/176/SJ dan Nomor 1 Tahun 2024, tentang Penyelarasan RPJPD dengan RPJPN Tahun 2025-2045, IDSD juga akan dijadikan sebagai salah satu indikator penguasaan Iptek untuk dokumen rencana pembangunan daerah.
“Dalam hal ini, BRIN telah merilis IDSD 2023 sebagai salah satu instrumen yang mengukur produktivitas daerah-daerah di seluruh Indonesia,” pungkasnya.













