Hasil Nihil, Pencarian Bocah 5 Tahun Terseret Arus Sungai Ditutup

DONGGALA, theopini.idPencarian bocah 5 tahun, bernama Findi yang terseret arus saat menyeberangi sungai di Desa Pakava, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah ditutup tim SAR gabungan.

Pencarian hingga hari ke tujuh, yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA, Kamis, 13 Juni 2024, dengan melakukan penyisiran di sungai tak membuahkan hasil.

Baca Juga: Pencarian Warga Sigi yang Hilang Saat Mencari Ikan Ditutup

“Tim SAR Gabungan melaksanakan musyawarah dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat, hasil operasi SAR selesai,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Palu, Andrias Hendrik Johannes, dalam keterangan resminya, Kamis.

BACA JUGA:  Imam Masjid dan Pegawai Syara Ikut Pelatihan Tangkal Paham Radikalisme

Dengan berakhirnya operasi SAR, kata dia, korban dinyatakan hilang dan pencarian ditutup. Seluruh unsur potensi SAR telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

“Selama proses pencarian berlangsung, tidak ditemukan satupun tanda-tanda keberadaan korban. Sehingga di hari ke tujuh ini pencarian ditutup dan korban dinyatakan hilang,” ujarnya.

Dalam pencarian pada hari ini, lanjutnya, SRU 1 melaksanakan penyisiran menggunakan perahu karet dari waypoint tujuh dikoordinat 1°18’19.86” S – 119°28’17.15” E sampai dengan radius 5 Kilometer.

Sementara SRU 2, melaksanakan penyisiran di sisi kiri, dan kanan sungai dari waypoint tujuh sampai dengan radius 4 Kilometer, namun hasil nihil.

BACA JUGA:  Jaksa Eksekusi Oknum Kades Terdakwa Asusila Anak di Bawah Umur di Parimo

“Sedangkan melaksanakan pencarian menggunakan Drone Thermal dari waypoint tujuh dengan radius 3 Kilometer, juga hasilnya nihil,” terangnya.

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Laut

Kendala Operasi SAR, yakni akses menuju lokasi kejadian sangat sulit dikarenakan medan jalan berlumpur, keruh dan arus deras.

Diketahui, unsur SAR gabungan terdiri dari  enam personel Rescuer KPP Palu, dua personel Bhabinkamtibnas, satu personel Babinda, lima personel BPBD Donggala, tiga personel Senkom Lalundu, pemerintah desa dan masyarakat setempat.