Pemprov Sulteng Percepat Pemerataan Layanan Dasar di Pelosok Donggala

DONGGALA, theopini.id Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah mulai menguatkan intervensi layanan dasar di wilayah pedesaan, dengan Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, menjadi salah satu titik fokus percepatan program pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Saya tadi melewati jalan desa menuju ke sini, kondisinya sangat memprihatinkan. Mumpung saya berada di lokasi, saya minta Pak Kadis Bina Marga segera mengurus perbaikannya agar lebih layak,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat menghadiri peresmian Program BERANI Bedah Rumah di Desa Dalaka, Minggu, 12 April 2026.

Perbaikan jalan desa menjadi pintu masuk intervensi pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah, sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi warga dan akses terhadap layanan publik. Instruksi tersebut juga menegaskan percepatan implementasi Program BERANI Lancar di tingkat desa.

BACA JUGA:  Sulteng Raih Penghargaan Anugerah Pengadaan 2023

Intervensi tidak berhenti pada infrastruktur. Pemerintah turut memperluas akses energi melalui pemasangan lampu jalan dan penyediaan meteran listrik bagi rumah tangga yang belum teraliri listrik, sebagai bagian dari Program BERANI Menyala yang menyasar pemerataan hingga pelosok.

“Lampu jalan juga harus dipasang, termasuk rumah-rumah yang belum memiliki meteran listrik. Saya percayakan ini kepada Kadis ESDM untuk segera direalisasikan,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, penguatan layanan dasar dilakukan dengan pemberian satu unit ambulans untuk Desa Dalaka. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien serta mempermudah rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Ambulans sudah ada atau belum? hari ini saya berikan satu unit untuk Desa Dalaka,” ungkap Anwar Hafid.

BACA JUGA:  DKIPS Sulteng Tingkatkan Keamanan Informasi Melalui Bimtek CSIRT

Selain itu, kehadiran gubernur dalam agenda peresmian Program BERANI Bedah Rumah juga memperlihatkan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya menyentuh aspek mobilitas dan layanan publik, tetapi turut menyasar kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rangkaian kebijakan tersebut, memperlihatkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi, menggabungkan sektor infrastruktur, energi, kesehatan, dan perumahan dalam satu kerangka Program 9 BERANI yang diarahkan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan di wilayah pelosok.

“Saya akan terus mempercepat program ini agar harapan masyarakat untuk Sulawesi Tengah yang lebih maju bisa segera terwujud,” pungkas Gubernur Anwar Hafid.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar