10 Petak Warung Kuliner di Pantai Lolaro Parimo Dinilai Mubazir

PARIMO, theopini.id Sederet warung kuliner di Pantai Lolaro, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dinilai mubazir.

Pasalnya, 10 petak warung kuliner yang dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parimo, dengan anggaran sebesar Rp195.000.000,- bersumber dari APBD Parimo 2021 ini, tampak tak lagi ditempati.

Baca Juga: DPRD Parimo Dorong GOR Tombolotutu Jadi Sumber PAD

Bahkan, warung berbahan material kayu ini mulai ditumbuhi rumput liar. Beberapa dinding bangunan pun tak lagi utuh, terkesan ditinggal begitu saja.

“Kondisinya memperihatinkan. Justru meninggalkan kesan proyek yang mubazir,” kata salah seorang warga Tinombo, Ali, ditemui, Jum’at,14 Juni 2024.

Ia mengaku, sebagai warga lokal tak mengetahui apa manfaat bangunan tersebut. Bahkan, mempertanyakan maksud dan tujuan Pemerintah Daerah (Pemda) membangun warung kuliner di lokasi tersebut.

Letak warug kuliner yang berdekatan dengan Jalan Trans Sulawesi Desa Tinombo, juga tak luput dari sorotannya.

Sebab, memunculkan kesan seolah-olah mempertontonkan bangunan yang tak miliki asas manfaat. Mengingat, jalan Trans Sulawesi merupakan jalur lintas antardaerah hingga provinsi.

“Dengan kondisi kumuh seperti ini, apakah kita  tidak malu? Seakan mempertontonkan proyek yang terkesan tidak ada asas manfaatnya,” tegasnya.

Warung kuliner ini, menurutnya, tak lagi digunakan sekitar tiga tahun terakhir. Sehingga, kesan mubazir lekat dengan bangunan ini.

Baca Juga: Los CSR Tambah Deretan Penyebab Bangunan PSP Mubazir

Ali menyebut, warung kuliner ini terlihat dimanfaatkan hanya dibeberapa kegiatan yang penah dilaksanakan di sekitar kawasan Pantai Lolaro, salah satunya sebagai stand pameran.

“Kalau sudah begini, bukan mubazir namanya? bangunan dengan nilai ratusan juta rupiah ini?” pungkasnya.