PARIMO, theopini.id – Tim Relawan Tanggap Bencana Ahmad Ali kerahkan alat untuk membantu penanganan bencana banjir dibeberapa kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Alat berat jenis excavator telah diterjunkan sejak Minggu, 23 Juni 2024, yang beroperasi membantu penanganan banjir di Desa Sibalago dan Sienjo, Kecamatan Toribulu, serta Tanalanto, Kecamatan Torue,” kata Koordinator tim relawan AA, Mahamudin, di Parigi, Selasa, 25 Juni 2024.
Baca Juga: 462 Jiwa Warga Toribulu Parimo Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Bandang
Beberapa saat pascabanjir, kata dia, Ahmad Ali langsung memerintahkan tim relawannya turun ke lokasi bencana untuk menyalurkan sejumlah bantuan.
Bantuan yang disalurkan, menurutnya, sesuai kebutuhan para korban terdampak, dalam masa tanggap darurat atau Emergency.
“Saat itu, bantuan yang didistribusikan baru sebatas makan siap saji,” ujarnya.
Sehari setelahnya, tim relawan kembali diperintahkan Ahmad Ali untuk segera mengirimkan alat berat, mendirikan dapur umum, dan pembuatan posko relawan serta penyaluran sembako, pada Senin, 25 Juni 2024.
Menurutnya, sejumlah alat berat diterjunkan untuk membantu normalisasi Sungai, dan perbaikan akses jalan desa yang tertimbun material banjir bandang.
Seperti di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu yang sejumlah dusunnya terisolir. Sehingga, kesulitan mendapat bantuan dari tim relawan akibat akses jalur terputus.
“Desa Sibalago itu, ada empat dusun sebelumnya sulit masuk bantuan listrik, karena akses ke dalam rusak. Makanya, satu alat berat kita titip di situ untuk bantu perbaikan. Alhamdulilah, tim-tim yang lain juga sudah bisa masuk,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim relawan Ahmad Ali juga mengirimkan bantuan alat berat ke salah satu desa di Kecamatan Ongka Malino yang membutuhkan perbaikan, karena terdampak banjir.
Ia mengatakan, Ahmad Ali telah menyiapkan 10 unit alat berat yang siap diperbantukan bagi desa-desa di Kabupaten Parimo.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Toribulu Parimo, Satu Warga Meninggal Dunia
Diketahui, Desa Sibalago dan Sienjo, Kecamatan Toribulu, diterjang banjir bandang pada Minggu dini hari, 23 Juni 2024, mengakibatkan akses jembatan penghubung antar desa terputus, dan ratusan warga menungsi.
Sehari sebelumnya, pada Sabtu, 22 Juni 2024, Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, dan Tanalanto, Kecamatan Torue, juga diterjang banjir, yang mengakibatkan 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak.














