the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Bayi Senja Penderita Hirschsprung di Parimo Butuh Bantuan

the OPINIbythe OPINI
4 Juli 2024
in Headline
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
4 Juli 2024
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Bayi Senja Penderita Hirschsprung di Parimo Butuh Bantuan

]asangan Moh Rifdal dan Yuliani, warga Kabupaten Parimo, menunjukan foto anaknya Khaulah Senja Nafisah, yang menderita penyakit Hirschsprung.

Baca Juga

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

PARIMO, theopini.id – Bayi berusia 8 bulan bernama Khaulah Senja Nafisah, warga Desa Silanga, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, lahir dengan keterbatasan.

 Anak kedua dari pasangan Moh Rifdal dan Yuliani ini, menderita penyakit Hirschsprung (HIRSH-sproongz), adalah suatu kondisi yang mempengaruhi usus besar (kolon), dan menyebabkan masalah buang air besar.

Baca Juga: Bayi 6 Bulan Penderita Hydrocephalus di Parimo Butuh Uluran Tangan

Kondisi ini, muncul sejak lahir atau bawaan akibat hilangnya sel saraf, pada otot usus besar bayi Senja, saapan akrabnya.

Ibu kandungnya Yuliani mengaku, tak menduga anaknya menderita penyakit langkah tersebut.

Padahal, bayi Senja terlihat sehat saat lahir, dengan berat badan 3 kilogram di Puskesmas Siniu, pada 14 Oktober 2023.

“Senja lahir sehat, tapi memang lebih cepat dari prediksi dokter, yang memperkirakan proses persalinan pada 5 November 2023,” kata Yuliani, ditemui di Parigi, Kamis, 4 Juli 2024.

Senada, Moh Rifdal, ayah kandung bayi Senja mengaku baru menyadari anaknya menderita penyakit Hirschsprung, setelah mendapatkan penanganan medis.

Awalnya, ketika dibawa pulang ke rumah setelah proses persalinan, bayi Senja tak bisa buang air besar.

Perut anaknya membasar, dan terus menangis semalaman. Ia pun bergegas membawa bayi Senja kembali ke Puskesmas Siniu, bermodalkan BPJS Kesehatan bantuan pemerintah.

Setiba di sana, bayi Senja langsung dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Defina, di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.

“Di RSIA Defina, anak saya hanya diobservasi semalaman. Kemudian, dirujuk lagi ke RSUD Anuntaloko Parigi,” ujarnya.

Selama menjalani perawatan medis di ruang NICU RSUD Anuntaloko Parigi, kondisi bayi Senja tetap sama, tak menunjukan perubahan.

Bahkan, kata dia, dari pusar anaknya mengeluarkan belatung. Hal ini, menambah kekhawatirannya hingga mengeluarkan bayi Senja secara paksa dari rumah sakit.

“Saya membawa pulang anak saya secara paksa. Karena, melihat video dari salah seorang perawat di Nicu, ada belatung keluar dari pusatnya,” ungkapnya.

Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, kondisi perut anaknya semakin membesar, meskipun sempat menjalani perawatan alternatif di Kecamatan Sausu.

Pasangan Moh Rifdal dan Yuliani akhirnya, kembali membawa anaknya ke RSUD Anuntaloko Parigi. Kali ini, mereka meminta bayi Senja untuk segera dirujuk ke RSUD Undata Palu.

“Surat rujukan kami tunggu sekitar satu minggu baru keluar dari pihak RSUD Anuntaloko Parigi,” imbuhnya.

Setibanya di RSUD Undata Palu, bayi Senja langsung menjalani operasi stoma, pembuatan lumbang pembuangan zat sisa pencernaan di bagian perut.

Saat itu, lanjut Moh Rifdal, tenaga medis sempat memarahinya karena terlambat membawa anaknya untuk mendapatkan penanangan.

“Saya bilang, jangan salahkan saya, karena yang lama itu dari rumah sakit asal di Parigi,” ujarnya.

Pasangan Moh Rifdal dan Yuliani tetap ikhlas melalui berbagai proses penanganan medis, agar bayi Senja segera sembuh.

Setelah operasi, bayi Senja harus rawat jalan secara rutin. Setiap bulan, Moh Rifdal dan Yuliani membawanya ke RSUD Undata Palu dari kampung halaman, di Desa Silanga.

Kini, bayi Senja membutuhkan penanganan medis lanjut. Dokter di RSUD Undata Palu, menyarankan untuk membawanya ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi kendala kami. Saya sudah minta agar dibawa langsung dengan ambulans, tapi anak saya bukan pasien darurat. Jadi harus kami sendiri yang ke Makassar,” keluhnya.

Moh Rifdal dan Yuliani yang hanya bekerja sebagai tenaga honorer mengaku, tak memiliki biaya untuk membawa bayi Senja menjalani operasi lanjutan di Makassar.

Sehingga, terpaksa meminta waktu ke pihak RSUD Undata Palu, untuk menunda surat rujukan.

Sebab, untuk menutupi kebutuhan harian bayi Senja saja, mereka kerap kesulitan. Tak jarang, kantong medis penampung kotoran, diganti dengan plastik pembungkus es.

“Saya guru honorer di SMK Khatulistiwa, dan istri saya, di Kelurahan Bantaya. Kami sedikit kewalahan soal biaya,” akuhnya.

Hingga kini, ia mengaku telah berupaya mencari bantuan ke sejumlah komunitas pencinta alam dan yayasan di Palu, namun belum membuahkan hasil.

Baca Juga: 200 Anak Jalani Sunat Masal yang Digelar TBM AXIS FK UNTAD Palu

Moh Rifdal berharap, bayi Senja mendapatkan bantuan dari pihak darmawan maupun yayasan peduli kemanusiaan, agar segera menjalani operasi lanjutan.

“Siapa saja yang ingin membantu anak saya, dapat menyalurkan ke rekening Bank Sulteng 1020204091970, atas nama Yulia A, nomor telpon 0822-9341-0640,” pungkasnya.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BayiSenja#DesaSigenti#kemenkes#Mensos#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

KPK RI Dorong Peran Tokoh Agama di Sulteng Berantas Korupsi

Next Post

Jelang Pilkada, Gubernur Sulteng: Isu Netralitas ASN Perlu Jadi Perhatian

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

13 Oktober 2026
DPRD Parimo Minta Majelis Kode Etik ASN Putuskan Kasus Secara Objektif

DPRD Parimo Minta Majelis Kode Etik ASN Putuskan Kasus Secara Objektif

12 Oktober 2026
Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

12 Oktober 2026
Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Anwar Hafid Imbau Gunakan Masker

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Anwar Hafid Imbau Gunakan Masker

11 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

14 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Target PAD Parimo Naik, Adnyana Minta Penjelasan Banggar

Target PAD Parimo Naik, Adnyana Minta Penjelasan Banggar

13 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Wali Kota Gorontalo Ancam Rombak Manajemen RSUD Aloei Saboe

Wali Kota Gorontalo Ancam Rombak Manajemen RSUD Aloei Saboe

12 Oktober 2026
Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

10 Oktober 2026
Bupati Parimo Berharap Pengalihan Gaji PPPK Perluas Ruang Fiskal Daerah

Bupati Parimo Berharap Pengalihan Gaji PPPK Perluas Ruang Fiskal Daerah

8 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d