BUOL, theopini.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kecang, mengguyur Kecamatan Lakae, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir di Sungai Lasatu, pada Senin sore, 22 Juli 2024.
Atas kejadian tersebut, dua orang warga Desa Tuinan, Kecamatan Lakea, dilaporkan hilang terseret arus sungai di lokasi yang berbeda.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Janji Tangani Rumah Hilang Terseret Banjir di Torue
“Hari ini, sekitar pukul 09.15 WITA, kami kembali menerima laporan perihal dua warga Desa Tuinan, yang hilang terseret arus sungai,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolungan Palu, Andrias Hendrik Johannes, dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Juli 2024.
Berdasarkan data Pencarian dan Pertolongan Palu, korban pertama bernama putri Englis alias Indah (17), warga Dusun 4 RT 10, Desa Tuinan.
Keterangan saksi mata, bernama Rudi Steven yang hendak pulang dari kebun menuju ke rumah bersama istrinya, mengaku sempat melihat korban berdiri di atas kayu, dengan tengah sungai.
Saat itu, korban berteriak meminta tolong. Sementara saksi mata secara spontan, langsung turun ke sungai, hendak melakukan pertolongan.
“Namun saat dilakukan pertolongan, korban seketika tenggelam dan hilang terbawa arus banjir. Selanjutnya, kedua saksi mata melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat setempat,” ujarnya.
Sedangkan, korban kedua bernama Silvina R Alui (26), yang juga warga dusun 4 RT 10, Desa Tuinan. Sebelum kejadian, koban sedang beraktifitas di kebun bersama suaminya.
Saat hendak pulang, dan menyeberang sungai, korban dan suaminya mengikat tali di pohon kelapa, untuk dijadikan pegangan.
Namun, di tengah sungai tali yang terikat ditubuhnya putus, hingga menyebabkan korban terbawa arus sungai.
“Sang ayah sempat meloncat, untuk menyelamatkan korban. Sayangnya terlepas dari genggamannya, dan seketika hilang terseret arus sungai,” tuturnya.
Menindaklanjuti kedua laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu langsung menggerakkan personil Unit Siaga SAR Toli-Toli ke Kabupaten Buol.
Saat ini, personil telah berada di lokasi kejadian, dan langsung melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet.
Baca Juga: BPBD Masih Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Torue
“Pencarian dilakukan hingga sore, menjelang malam tadi. Namun, belum membuahkan hasil. Untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi,” terangnya.
Unsur gabungan, terdiri dari Personil Unit Siaga SAR Toli-Toli, Bhabinsa, Bhabinkamtibnas, BPBD Buol, pemerintah desa dan masyarakat setempat.







Komentar