PALU, theopini.id – Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) se-Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi ditutup Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Sudaryano R Lamangkona, di Palu, Kamis, 5 September 2024.
“Kegiatan ini, merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan keamanan siber di Sulawesi Tengah,” ujar Kepala DKIPS Sudaryano R Lamangkona.Ia mengaku, sangat mengapresiasi dedikasi serta partisipasi seluruh pihak yang terlibat pada Asistensi TTIS.
Baca Juga: DKIPS Sulteng Gelar Asistensi Pembentukan TTIS se-Sulteng
Pembentukan TTIS, merupakan langkah strategis yang berperan penting dalam mendeteksi, merespons, serta memitigasi insiden keamanan siber secara cepat dan tepat.
Melalui kegiatan asistensi ini, para peserta mempelajari berbagai aspek penting dari pembentukan TTIS, termasuk teknik deteksi dan mitigasi insiden, pengelolaan kerentanan, serta pemulihan pasca insiden.
“Kita harus saling mendukung, berbagi informasi, dan selalu siap untuk bekerja sama, dalam mengatasi setiap tantangan yang muncul,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak, untuk terus memperkuat kolaborasi dan komunikasi, baik antar kabupaten/kota, dengan pihak provinsi, maupun BSSN sebagai lembaga yang membawahi pengelolaan keamanan siber di tingkat nasional.
Baca Juga: DKIPS Sulteng Dorong Optimalisasi Penyelenggaraan SP4N Lapor
Keberhasilan dalam membentuk TTIS yang efektif, kata dia, tidak hanya diukur dari seberapa cepat merespons insiden siber.
“Tetapi, bagaimana dapat mencegah insiden tersebut terjadi. Olehnya itu, peningkatan kapasitas dan kesadaran siber di semua tingkatan, harus menjadi prioritas kita bersama,” pungkasnya.







Komentar