Kemendagri Dorong Pemda Percepat Capaian Universal Coverage Jamsosnaker

MANADO, theopini.id Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mempercepat capaian universal coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsosnaker).

Upaya ini, dilakukan guna memperkuat pelindungan bagi pekerja serta mencegah munculnya kelompok masyarakat miskin ekstrem baru.

Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Akselerasi Program PKG dan Tiga Juta Rumah

“Penduduk miskin ekstrem di Indonesia pada Maret 2024 masih 0,83 persen. Karena itu, penting bagi kita mendorong peningkatan universal coverage Jamsosnaker melalui strategi kebijakan yang tepat,” ujar Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Noudy R.P. Tendean saat membuka FGD di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa, 15 April 2025.

Ia membeberkan sejumlah tantangan dalam pencapaian universal coverage Jamsosnaker. Beberapa di antaranya, terkait belum optimalnya dukungan regulasi, keterbatasan anggaran daerah, dan minimnya kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Ia juga menilai kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjadi peserta Jamsosnaker masih tergolong rendah.

“Pemerintah sebetulnya telah mengeluarkan regulasi untuk mendorong pencapaian universal coverage Jamsosnaker, seperti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Aturan ini perlu segera ditindaklanjuti oleh daerah,” pesannya.

Karena itu, ia berharap adanya penguatan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, guna memastikan kebijakan yang sinkron serta implementatif terkait Jamsosnaker.

Noudy juga mengimbau, Pemda agar membangun kemitraan dengan dunia usaha, sehingga dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dialokasikan untuk mendukung kepesertaan Jamsosnaker bagi masyarakat miskin dan pekerja rentan.

Baca Juga: Kemendagri Dorong Optimalisasi BMD Melalui Pemanfaatan Aset Daerah

“Kami juga mendorong agar data BPJS Ketenagakerjaan dapat terintegrasi dengan sistem administrasi desa untuk mempercepat verifikasi kepesertaan, sekaligus meningkatkan akurasi dan efisiensi layanan,” terangnya.Muh Rizal memastikan, tim SAR Gabungan akan terus melakukan upaya pencarian dan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU), baik pencarian dengan penyisiran infantri maupun penyisiran menggunakan perahu karet.

“Pencarian dilakukan disepanjang aliran sungai dengan harapan korban segera ditemukan dan dievakuasi,” pungkasnya.

Komentar