Puskesmas dan Rumah Sakit di Parimo Telah Jalankan Program BERANI Sehat

PARIMO, theopini.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit telah menjalankan program BERANI Sehat, sejak diluncurkan pada 13 April 2025.

“Sejak dilaunching sudah berjalan. Namun, jika terdapat kendala atau permasalahan akan diselesaikan secara bertahap,” ungkap Plt Kepala Dinkes Parimo, I Gede Widiadha di Parigi, Rabu, 23 April 2025.

Baca Juga: Dinkes Parimo Perketat Pengawasan Proyek Pembangunan Puskesmas Sausu

Ia menegaskan, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui program tersebut, tidak perlu menyelesaikan administrasi apa pun. Cukup hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

BACA JUGA:  PC-IAI Parimo Gelar Seminar Kefarmasian dan Korfercab

Selain itu, masyarakat juga harus memastikan terlebih dahulu, apakah sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Dinas Sosial (Dinsos) Parimo.

Berbeda, jika terdapat masyarakat yang belum terdata dalam DTKS. Namun, telah diinstruksikan ke seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan.

“Saya sudah instruksikan tetap memberikan pelayanan. Selanjutnya, nanti kami yang akan koordinasikan ke instansi terkait,” katanya.

Begitu pula dengan rumah sakit, jika menerima pasien rujukan dari puskesmas harus segera memberikan pelayanan.

Sebab, pelayanan kesehatan merupakan kewajiban dalam pelaksanaan program BERANI Sehat bagi puskesmas dan rumah sakit.

BACA JUGA:  Wabup Badrun Minta Stakeholder Bekerja Sama Turunkan Stunting di Parimo

Berkaitan dengan alokasi anggaran kepesertaan BPJS, ia mengaku, Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah membangun komitmen bersama.

Sehingga, tak ada alasan bagi pihak puskesmas maupun rumah sakit, tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Parimo Dampingi 23 Puskesmas Menuju Penerapan BLUD

Bahkan, ia mengaku telah beberapa kali mengikuti pertemuan bersama Pemprov Sulawesi Tengah, terkait persiapan aplikasi Satu Hati dalam pelaksanaan program BERANI Sehat.

“Itu untuk membantu pihak puskesmas dan rumah sakit dalam menyiapkan link yang dapat diakses secara oleh masyarat,” pungkasnya.

Komentar