PALU, theopini.id – Setelah berlangsung selama enam hari, pelatihan potensi pencarian dan pertolongan bertema Jungle Rescue resmi ditutup, Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini, ditutup langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal.
“Saya mengapresiasi atas komitmen dan antusiasme para peserta selama pelatihan berlangsung,” ucap Muh Rizal, dalam sambutannya.
Baca Juga: 86 Peserta Ikut Tes SKD CASN Basarnas KPP Palu
Ia berharap, agar ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal dalam mendukung misi kemanusiaan.
“Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan dapat diaplikasikan di lapangan. Ke depan, para peserta ini akan dirangkul serta diikutkan dalam berbagai operasi SAR,” ujarnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan terbentuk potensi SAR yang handal dan siap terlibat aktif dalam upaya pencarian dan pertolongan, khususnya di medan hutan yang menjadi salah satu tantangan tersulit dalam operasi SAR.
Diketahui, pelatihan yang berlangsung di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo, Kabupaten Sigi ini, diikuti 50 peserta dari berbagai unsur.
Seluruh peserta, dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Uji Kompetensi Potensi SAR sebagai langkah lanjutan untuk menjadi bagian dari kekuatan pencarian dan pertolongan di wilayah kerja Basarnas.
Selama enam hari, peserta menerima total 72 Jam Pelajaran (JP) yang terdiri dari teori di kelas dan praktik lapangan.
Materi yang diberikan meliputi, Substansi Basarnas, Pengantar Pertolongan Pertama, Pemindahan dan Penilaian Korban, Bantuan Hidup Dasar dan RJP, Penanganan Pendarahan dan Syok, Cedera Alat Gerak, Kedaruratan Lingkungan, Navigasi Darat, Teknik Pencarian (ESAR), Survival, Komunikasi SAR, Evakuasi, serta Pembuatan Tandu Darurat.
Pada sesi akhir, peserta diterjunkan langsung ke dalam gunung hutan untuk mensimulasikan skenario nyata operasi pencarian dan pertolongan, mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan.
Baca Juga: Tangani 26 Operasi Selama Tiga Bulan, Basarnas Palu Selamatkan 58 Orang
Rutinitas pelatihan berlangsung disiplin, diawali dengan olahraga pagi, apel, sesi kelas di siang hari, serta praktik malam. Meski padat, peserta menunjukkan semangat tinggi dan kebersamaan yang solid sepanjang kegiatan.







Komentar