Warga Tolak Pembangunan IPLT, Pj Bupati Parimo Akui Ada Miskomunikasi

PARIMO, theopini.id – Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, menyikapi polemik penolakan warga terhadap pembangunan Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT) di Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah.

Ia mengaku, warga Desa Jononunu telah menemuinya dan menyampaikan keinginan mereka menolak pembangunan IPLT hingga melakukan aksi serta pemblokiran jalur menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPA).

Baca Juga: Dinas PUPRP Parimo Gelar Sosialisasi Rencana Pembangunan IPLT

Dalam pertemuan itu, ia meminta waktu untuk berkoordinasi dengan pihak balai di Kota Palu dan kementerian terkait perihal pemindahan lokasi pembangunan IPLT tersebut.

“Kami sudah menyurati pihak balai di Kota Palu dan kementerian terkait, perihal bisa atau tidaknya pembangunan IPLT yang telah direncanakan di Desa Jononunu dipindahkan. Jadi, kami tinggal menunggu keputusannya,” ujar Richard di Parigi, Jum’at, 30 Mei 2025.

Ia juga mengaku, sangat menghargai keinginan masyarakat Desa Jononunu yang menolak pembangunan IPLT tersebut.

Menurutnya, ada miskomunikasi yang terjadi. Sebab, bukan hanya IPLT yang akan dibangun di Desa Jononunu. Tapi juga pembangunan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) personal bagi 25 Kepala Keluarga (KK).

Namun, kata dia, masyarakat memahami pembangunan IPLT lebih dulu dilaksanakan ketimbang MCK personal.

Padahal, pembangunan IPLT belum berjalan. Begitu pun saat sosialisasi, yang disampaikan baru pembangunan MCK personal.

Tetapi, warga hanya menginginkan pembangunan MCK personal dan menolak IPLT dibangun di Desa Jononunu.

“Pembangunan IPLT dan MCK personal adalah dua program yang berbeda,” katanya.

Kedua program pembangunan tersebut, lanjutnya, masih dalam tahap sosialisasi dan belum dilaksanakan pembangunannya.

Baca Juga: Emak-emak Gelar Aksi Tolak Pembangunan IPLT di Jononunu Parimo

“Pada waktu warga menemui saya. Saya tanya, apakah mau dilanjutkan atau keduanya akan di stop. Tapi masyarakat Desa Jononunu meminta pembangunan MCK personal saja yang dilanjutkan. Sehingga, yang kami koordinasikan hanya soal IPLT, apakah dilanjut, ditunda atau dibatalkan. Kami masih menunggu,” pungkasnya.

Komentar