Bupati Rizal: Pemulihan Lahan Pascabencana Adalah Jalan Menuju Kesejahteraan Petani

PALU, theopini.id – Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan upaya pemulihan lahan pascabencana di wilayahnya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target nasional swasembada pangan, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Hal ini, ia sampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Swasembada Pangan 2025 secara virtual dari Aula Makodim 1306 Kota Palu, Selasa, 3 Juni 2025.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Gubernur Sulteng Panan Raya Padi di Sigi

Dalam Rakornas yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) Ali Jamil, Bupati Rizal menyoroti tantangan yang dihadapi Kabupaten Sigi sebagai daerah yang pernah terdampak bencana besar.

Ia menyebut, sekitar 400 hektare lahan pertanian dan perkebunan yang rusak akibat gempa serta likuifaksi pada 2018 kini menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk dipulihkan dan dioptimalkan kembali.

“Pemulihan lahan ini bukan hanya soal angka produksi. Ini tentang mengembalikan harapan petani, tentang memberi mereka lahan produktif untuk bisa kembali hidup layak. Swasembada pangan harus dimulai dari kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menyatakan, Pemda Sigi menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat proses revitalisasi lahan, termasuk TNI, instansi teknis, serta kelompok tani lokal.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini penting agar proses pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial-ekonomi masyarakat.

“Kita ingin lahan yang dulu rusak bisa menjadi simbol pemulihan bersama. Bukan hanya produktif kembali, tapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tukasnya.

Baca Juga: Apresiasi Program CSRRP, Novalina: Pemulihan Bencana 2028 Jadi Isu Penting

Bupati Rizal berharap, Rakornas ini menjadi pijakan untuk memperkuat dukungan pusat terhadap daerah-daerah dengan kondisi geografis dan tantangan khusus, seperti Kabupaten Sigi.

“Kami tidak ingin sekadar bangkit dari bencana, tapi juga tumbuh lebih kuat. Dan itu harus dimulai dari petani,” tegasnya.

Komentar