PARIMO, theopini.id – Seorang nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang setelah pergi melaut sejak Sabtu, 31 Mei 2025.
Hingga Kamis, 5 Juni 2025, korban belum juga kembali. Sementara itu, perahu yang digunakannya ditemukan dalam kondisi kosong sekitar 26 mil laut dari lokasi rumpon milik korban.
Baca Juga: Tim SAR Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Teluk Tomini
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu, Muh Rizal, mengatakan pihaknya menerima laporan hilangnya nelayan dari anak korban pada Kamis pagi.
“Begitu menerima laporan pukul 07.00 WITA, kami langsung mengerahkan tim penyelamat dari Pos SAR Parigi ke lokasi kejadian. Saat ini pencarian dilakukan bersama aparat desa dan nelayan setempat. Kami akan memaksimalkan upaya pencarian sesuai prosedur SAR,” ujarnya.
Tim pencari dilengkapi dengan satu unit kendaraan penyelamat (rescue car), perahu karet (rubber boat), peralatan SAR laut, perangkat komunikasi, serta perlengkapan medis.
Operasi pencarian difokuskan di wilayah perairan Teluk Tomini, dengan kondisi cuaca berawan tebal dan gelombang laut yang relatif tenang.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Nelayan Hilang di Morowali dalam Konisi Meninggal
Muh Rizal juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan di sekitar lokasi, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban, aparat desa, dan potensi SAR lainnya dalam upaya menemukan korban secepat mungkin,” pungkasnya.







Komentar