Siap Jadi Lumbung Pangan, Pemda Sigi Rampungkan Draf RPMD 2025–2030

SIGI, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, menegaskan tekadnya untuk menjadi pilar utama ketahanan pangan di kawasan Sulawesi Tengah.

Komitmen itu, ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 yang digelar di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Rabu, 4 Juni 2025.

Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor di Sigi, KLHS Jadi Fondasi RPJMD 2025–2029

Dalam forum tersebut, Bupati Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan, Kabupaten Sigi memiliki peluang besar untuk menjadi penyangga pangan bagi wilayah strategis seperti Kota Palu, kawasan industri Kabupaten Morowali hingga Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Ke depan, Sigi tidak hanya membangun untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi tulang punggung kebutuhan pangan bagi kawasan yang berkembang pesat,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian akan menjadi pilar utama pembangunan lima tahun ke depan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap program nasional Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan.

Rapat koordinasi ini tidak hanya membahas struktur dan substansi teknis RPJMD, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi antarperangkat daerah untuk merancang strategi pembangunan yang realistis dan berorientasi hasil.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor agar dokumen ini benar-benar menjadi pedoman pembangunan yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan.

“Kita tidak bisa bekerja sektoral. RPJMD ini adalah komitmen bersama untuk menjangkau harapan masyarakat Sigi, terutama mereka yang masuk dalam kelompok rentan dan tercatat dalam DTKS,” tegasnya.

Baca Juga: Hadiri Konsultasi Publik I KLHS-RPJMD, Wabup Sigi Tegaskan Ini

Melalui proses perencanaan yang partisipatif dan berbasis data, Pemda Sigi meneguhkan visinya untuk menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi, tangguh secara sosial, dan kuat secara pangan.

RPJMD 2025–2030 diharapkan menjadi titik tolak bagi transformasi Sigi, sebagai lumbung pangan regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar