PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), resmi melepas kontingen Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai perwakilan daerah bukan hanya dalam kompetisi, tetapi juga sebagai simbol komitmen pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Abdul Azis Tombolotutu menyampaikan, peserta STQH adalah representasi nilai-nilai luhur masyarakat Kabupaten Parimo.
Baca Juga: STQH XXVIII, Momentum Membumikan Nilai Al-Quran di Sulteng
“Kami mengutus kalian sebagai duta-duta terbaik Kabupaten Parimo. Di pundak kalian, ada harapan dan doa seluruh masyarakat. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga akhlak, dan tunjukkan bahwa kita tidak hanya bisa bersaing, tapi juga bisa menjadi juara,” ujar Abdul Azis Tombolotutu dalam acara pelepasan yang digelar di Kemenag Parimo, Jum’at, 20 Juni 25.
Ia menegaskan, partisipasi dalam STQH bukan sekadar keikutsertaan dalam ajang keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari investasi sosial dan spiritual daerah.
“Kafilah ini bukan sekadar peserta lomba. Mereka adalah simbol peradaban, wajah pendidikan keagamaan kita, dan representasi dari visi Parigi Moutong yang maju, mandiri, berdaya saing dan religius,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mendoakan para kafilah, agar dapat mengharumkan nama daerah melalui prestasi yang membanggakan.
Sebanyak 21 peserta diberangkatkan mengikuti berbagai cabang lomba, seperti Tilawah, Hifzh, Tafsir, dan Hadits.
Baca Juga: Dewan Hakim, Panitera dan Dewan Pengawas STQH Sulteng Dilantik
Mereka didampingi oleh 22 pelatih dan pendamping yang telah melakukan pembinaan intensif dalam beberapa bulan terakhir.
STQH ke-XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah sendiri akan berlangsung pada 23–27 Juni 2025 di Kabupaten Poso, dan rencananya dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah.
Baca berita lainnya di Google News








Comments 1