PALU, theopini.id – Program Studi Antropologi Universitas Tadulako secara resmi menarik kembali mahasiswa magang mandiri dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Jum’at, 20 Juni 2025.
Penarikan ini, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan magang yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Polda Sulteng Bekuk Pelaku Jambret Mahasiswa UNTAD Palu
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kolaborasi antara instansi dan Program Studi Antropologi perlu terus dilanjutkan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng, Andi Kamal Lembah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai pelaksanaan program kerja mahasiswa selama magang, serta potensi pengembangan kerja sama ke depan.
Magang mandiri ini, merupakan program rutin yang telah dijalankan Program Studi Antropologi Untad Palu, bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dari bangku kuliah dalam lingkungan kerja nyata, khususnya dalam bidang pelestarian dan dokumentasi kebudayaan.
Pihak Dinas Kebudayaan mengapresiasi hasil kerja para mahasiswa yang dinilai memberi kontribusi positif, terutama dalam pengumpulan data dan penguatan program kelembagaan.
Hal ini, juga menjadi cerminan potensi besar yang dimiliki mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor kebudayaan.
“Kami melihat mahasiswa membawa semangat dan inovasi dalam tugas-tugas yang mereka jalankan. Ini jadi nilai tambah bukan hanya untuk mereka, tapi juga bagi instansi,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa UNTAD Study Penelitian Advokat Kesehatan di Parimo
Melalui program magang ini, mahasiswa diharapkan tak hanya memahami praktik kerja birokrasi, tetapi juga memperluas wawasan lintas sektor dan memperkuat karakter profesionalisme mereka sebagai calon antropolog.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar