PALU, theopini.id – Peran Polri dalam menjaga ketertiban dan merawat kerukunan di Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Bukan hanya sebagai penjaga keamanan, Polri dinilai turut berkontribusi besar dalam memperkuat harmoni antarumat beragama.
“Kami melihat Polri, khususnya di Sulawesi Tengah, tidak hanya bekerja dalam konteks keamanan, tetapi juga berupaya menjaga persatuan dan kerukunan umat,” ujar Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, Ustaz Muhammad Yani Abdul Karim, Jum’at, 27 Juni 2025.
Baca Juga: Kapolri Minta Personelnya Tingkatkan Kinerja untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan kepolisian selama ini cenderung lebih humanis. Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dan tokoh agama dalam membangun komunikasi yang sehat.
“Pendekatan yang mereka lakukan membantu menciptakan ruang dialog antarwarga, sehingga potensi konflik bisa diredam sejak dini,” ujarnya yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Tengah.
Ia menilai, sinergi yang terbangun antara aparat dan tokoh agama sangat penting, terutama di tengah dinamika sosial yang cukup kompleks saat ini.
Dengan kolaborasi ini, kata dia, keamanan tidak hanya terjaga dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi sosial dan budaya.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-79, Ustaz Yani turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran Polri, khususnya di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Dirkrimsus Polda Sulteng Jaga Kepercayaan Publik Lewat Pembanahan Kasus
“Atas nama keluarga besar Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Semoga Polri terus istiqomah menjaga keamanan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Ia berharap, Polri terus memperkuat komitmen sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjadi perekat harmoni sosial di tengah keberagaman.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar