Lewat Pasar Murah, Polda Sulteng Kendalikan Harga dan Dukung Produk Lokal

PALU, theopini.id – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, untuk menggelar pasar murah dan memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai upaya nyata dalam membantu pengendalian harga bahan pokok serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Semarak Bhayangkara ini, resmi dibuka dengan Open Tournament Domino Kapolda Cup pada Rabu, 3 Juli 2025 di halaman Mako Polda Sulawesi Tengah, dan dilanjutkan dengan pasar murah serta pameran UMKM yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Jelang Idulfitri, Ratusan Warga Palu Serbu Pasar Murah Kejati Sulteng

“Sesuai tema HUT Bhayangkara tahun ini, ‘Polri Untuk Masyarakat’, kegiatan ini dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono di Palu, Jum’at, 4 Juli 2025.

Ia menambahkan, peran aktif Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut dia, pemberdayaan UMKM memiliki dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mengurangi kemiskinan.

“Ini bukan hanya ajang seremonial. Dengan melibatkan pelaku UMKM dan menghadirkan pasar murah, kami ingin membantu meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas pemasaran mereka,” jelasnya.

Selain itu, pasar murah yang digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, ditujukan untuk menstabilkan harga bahan pokok, menjaga daya beli masyarakat, serta mengurangi tekanan inflasi.

Baca Juga: Sry Nirwanti: Informasi Pasar Murah Harus Menjangkau Lebih Banyak Warga

“Dengan pasar murah, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu kelompok masyarakat rentan,” ujarnya.

Tercatat sebanyak 24 pelaku UMKM dan 12 pelaku usaha bahan pokok ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Beragam produk lokal serta kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar