Dorong Ketahanan Pangan, Polda Sulteng Libatkan Petani Tanam Jagung di 1.162 Hektare

SIGI, theopini.id — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar penanaman jagung serentak di atas lahan seluas 1.162,08 hektare yang tersebar di seluruh provinsi, Rabu, 9 Juli 2025.

Langkah ini, merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional melalui inovasi bertajuk “1 Desa Minimal 1 Hektar”.

Baca Juga: Gubernur Gorontalo Dorong Percepatan Tanam Jagung di Tolinggula

“Kami melibatkan petani dan kelompok tani lokal, memanfaatkan lahan perhutanan sosial maupun nonproduktif, untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho saat melapor secara virtual kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Ia menargetkan, produksi jagung hingga 4.648 ton dalam masa panen tiga bulan ke depan. Menurutnya, program ini tidak hanya mengandalkan sumber daya institusi Polri, tetapi juga menjalin kemitraan strategis dengan kelompok tani dan mitra pertanian lainnya.

“Penanaman ini dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 71 hektare, serta lahan lainnya yang mencapai 1.091 hektare. Kami mengerahkan 1.091 personel polisi penggerak bersama 27.169 kelompok tani yang mencakup lebih dari 426 ribu petani,” jelasnya.

Polda Sulawesi Tengah juga menggunakan varietas bibit unggul lokal, seperti Jakarim dan Lamuru yang dinilai cocok dengan kondisi iklim kering di Sulawesi Tengah.

Guna mendukung mekanisasi pertanian, disiapkan pula 69 unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan), sebagian besar hasil swadaya internal dan mitra Polri.

Baca Juga: Polres Parimo Ajak Santri dan Mahasiswa Tanam Jagung

Dengan produktivitas rata-rata empat ton per hektare, Kapolda Agus Nugroho berharap program ini dapat menjadi model kontribusi institusi non-pertanian dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Kalau program ini konsisten berjalan dan diperluas, kita bisa ikut memperkuat cadangan jagung nasional dari desa-desa di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar