SIGI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya etika kerja dan kesadaran peran dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sebagai ASN, kita bukan hanya dituntut untuk kompeten, tapi juga punya etika dalam bekerja. Dua hal sederhana yang saya tekankan hari ini adalah, tahu diri dan tahu batas,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Nuim Hayat dalam sambutannya pada pelantikan pejabat fungsional yang dipimpin di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Senin, 14 Juli 2025.
Baca Juga: Job Fit Pejabat Dimulai, Gubernur Sulteng: Jangan Tegang, Tunjukkan Gagasan Nyata
Menurut dia, prinsip “tahu diri” dan “tahu batas” adalah nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan.
Ia menjelaskan, ASN perlu memahami secara tepat posisi, peran, serta kewenangan yang melekat pada jabatannya.
“Tahu diri berarti kita tidak asal mengambil alih urusan orang lain, apalagi tanpa arahan pimpinan. Sedangkan tahu batas itu penting untuk menghindari tumpang tindih kerja dan menjaga efektivitas organisasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antarunit kerja, terutama dalam situasi yang menuntut keterlibatan lintas sektor.
Dalam pandangannya, suasana kerja yang sehat dibangun dari kesadaran tupoksi dan disiplin etika yang kuat.
“Kita ingin birokrasi yang tertib dan produktif, bukan birokrasi yang penuh ego sektoral. Maka saya tekankan: pahami tupoksi, jaga etika, dan bangun komunikasi yang baik,” tegasnya.
Baca Juga: Di Pengujung Jabatan, Bupati Parimo Kembali Lakukan Pelantikan Pejabat
Pelantikan tersebut, mencakup pengukuhan pejabat fungsional dokter gigi ahli utama dan penata kelola penanaman modal.
Meski berlangsung secara terbatas, acara ini sarat makna karena diiringi dengan refleksi mendalam tentang peran ASN sebagai pelayan publik yang profesional dan berintegritas.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar