PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, menekankan pentingnya menjadikan Hutan Kota Palu sebagai ruang terbuka hijau yang berfungsi tidak hanya sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat, tetapi juga sebagai simbol pembangunan yang ramah lingkungan dan edukatif.
“Revitalisasi bukan berarti mengganti alam dengan beton. Justru kita ingin menjadikan hutan kota ini sebagai ikon hijau Sulawesi Tengah, tempat masyarakat bisa berolahraga, belajar, dan menikmati alam sekaligus,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat jalan pagi bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dirangkai dengan peninjauan langsung kondisi Hutan Kota Palu, Minggu, 20 Juli 2025.
Baca Juga: Jurnalis Palu Dibegal Payudara Saat Melintas di Hutan Kota Palu
Ia menegaskan, pembangunan kawasan harus berprinsip pada keberlanjutan. Bahkan, Anwar Hafid secara tegas melarang segala bentuk aktivitas perusakan lingkungan, termasuk penebangan pohon secara sembarangan di wilayah hutan kota.
“Satu pohon besar bisa tumbuh puluhan tahun, tapi bisa habis hanya dalam hitungan jam. Kita harus mulai menghargai waktu yang diberikan alam kepada kita,” tegasnya.
Selain Hutan Kota, ia juga meninjau sejumlah fasilitas olahraga lainnya, seperti kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng, kolam renang STQ, dan sirkuit Panggona.
Ia menilai, pentingnya optimalisasi aset-aset daerah yang selama ini kurang dimanfaatkan agar kembali memberi manfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Gubernur Anwar Hafid juga menyempatkan diri, meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di sekitar kawasan hutan kota.
Lokasi ini, dipertimbangkan karena memiliki nilai lingkungan yang tinggi dan mendukung pengalaman belajar berbasis alam terbuka.
“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan rasa cinta pada alam. Pendidikan tidak hanya soal kelas dan papan tulis, tapi juga interaksi langsung dengan lingkungan,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berencana mulai mengalokasikan anggaran revitalisasi pada 2026, dengan menekankan pendekatan ekowisata, rekreasi sehat, dan pelibatan komunitas lokal dalam perencanaan kawasan.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong Pemanfaatan Hutan Kota Palu Sebagai Pusat Olahraga
Diketahui, Hutan Kota akan menjadi salah satu titik revitalisasi strategis dalam rangka persiapan Sulawesi Tengah sebagai calon tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) IX tahun 2027.
“Persiapan FORNAS bukan hanya tentang event olahraga. Ini soal warisan ruang publik yang bisa digunakan jangka panjang oleh masyarakat. Maka dari itu, pendekatan ekologis harus jadi prioritas,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















