PARIMO, theopini.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus memperkuat fondasi kemandirian fiskal daerah melalui pengembangan sistem digital terpadu yang mengintegrasikan data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini, menjadi bagian penting dari strategi reformasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Baca Juga: Kementerian PU-Ombudsman RI Perkuat Kolaborasi untuk Pelayanan Publik Optimal
Kepala Bapenda Parimo, Mohammad Yasir menjelaskan, integrasi data lintas sektor merupakan salah satu prioritas dalam pelaksanaan strategi keempat Rencana Strategis (Renstra) Bapenda 2024–2026, yakni Integrasi Tata Kelola Pendapatan Daerah.
“Kita ingin memastikan seluruh potensi PAD, baik dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan maupun jasa publik, terdata secara komprehensif dalam satu sistem terpadu. Dengan begitu, kebijakan pendapatan bisa lebih tepat sasaran dan terukur,” ujar Yasir di Parigi, Selasa, 22 Juli 2025.
Ia menyebut, keterbatasan integrasi data selama ini menjadi salah satu penyebab potensi retribusi daerah tidak termonitor secara maksimal.
Untuk mengatasinya, Bapenda Parimo kini tengah mengembangkan aplikasi digital pusat kendali retribusi daerah yang akan menghubungkan seluruh OPD pemungut retribusi dalam satu dashboard data terpadu.
“Melalui sistem ini, pelaporan, pencatatan, hingga validasi realisasi penerimaan bisa dilakukan secara real time. Kita bisa memantau posisi setoran, dan progres capaian harian dari masing-masing OPD,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yasir menekankan, penguatan integrasi ini tidak hanya untuk mengejar peningkatan angka PAD, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik terhadap transparansi dan kejujuran, dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Intinya, kita ingin membangun sistem yang efisien dan bersih. Setiap rupiah yang masuk harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, forum koordinasi lintas OPD yang rutin digelar juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antar sektor.
Baca Juga: Diskominfo Parimo Gelar Sosialisasi dan Pelatihan SIA-SPBE Versi 2
Kolaborasi ini, diarahkan agar potensi retribusi dari berbagai bidang bisa dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan di sektor prioritas seperti pendidikan, infrastruktur pedesaan, dan pertanian.
“Sinergi ini adalah fondasi menuju kemandirian fiskal daerah. Dengan sistem yang solid dan kolaboratif, kita tidak hanya memperkuat pendapatan, tapi juga menyiapkan pondasi ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







