SIGI, theopini.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diminta mengambil peran lebih strategis dalam mendorong pembangunan social, dan pengentasan kemiskinan di daerah.
“Zakat adalah instrumen pembangunan. Amanah ini luar biasa, karena menjadi mitra pemerintah dalam membangun negeri. Maka pengelolaannya harus profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sigi, H Nuim Hayat, saat mengukuhkan pengurus BAZNAS di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Ia menekankan, zakat tidak sekadar ibadah, tetapi memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, jika dikelola secara terstruktur dan akuntabel.
Baca Juga: Pendapatan ZIS BAZNAS Banggai Lampaui Target pada 2024
“Mari kita bekerja dengan integritas, ada semangat pengabdian dan kejujuran. Ini adalah kekuatan kita dalam menjalankan tugas sosial ini,” tambahnya.
Menurut dia, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu kelompok rentan, memperkuat ekonomi umat, serta mendorong pembangunan berbasis keadilan sosial.
Pengukuhan ini, menjadi momentum awal bagi pengurus BAZNAS Kabupaten Sigi yang baru untuk meningkatkan pelayanan zakat yang transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, bukan hanya bantuan konsumtif.
Acara pengukuhan tersebut, juga dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sigi, Ketua BAZNAS Sigi, Kabag Kesramas Setda Sigi, serta para undangan lainnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar