Banggai Satu-Satunya Daerah Penghasil Migas Sulteng Hadir di Rakor Lifting Nasional

BANGGAI, theopini.id Kabupaten Banggai menjadi satu-satunya daerah dari Sulawesi Tengah, yang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Rekonsiliasi Data Realisasi Lifting Minyak dan Gas (Migas) Bumi secara nasional, Jum’at, 5 Agustus 2025.

Kegiatan ini, diikuti Bupati Banggai H Amirudin, bersama Wakil Bupati H Furqanuddin Masulili, melalui Zoom Meeting dari ruang rapat khusus Kantor Bupati.

Baca Juga: Bupati Banggai Studi Tiru di Jabar, Dorong Percepatan PI 10% di Sektor Migas

“Data yang dipaparkan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM telah sesuai dengan data yang kita punya,” ujar Bupati Amirudin.

Rapat ini, membahas pencapaian lifting migas dari dua kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) yang beroperasi di Kabupaten Banggai, yakni JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi dan Pertamina EP Donggi Matindok Field pada triwulan II tahun 2025.

Untuk JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi:

  • Sektor minyak bumi: Target APBN 2.555,00, realisasi 1.226,27 atau 47,99% dari target. Capaian di bawah target disebabkan penurunan produksi akibat unplanned shutdown perbaikan fasilitas produksi amine reboiler CPP Senoro periode Januari–Juni 2025.
  • Sektor gas bumi: Target APBN 116.800,00, realisasi 60.129,22 atau 51,48% dari target. Pencapaian di atas target dipicu tingginya nilai GHV sebesar 1.117 BTU/SCV dibanding asumsi APBN 1.000 BTU/SCV.

Untuk Pertamina EP Donggi Matindok Field:

  • Sektor minyak bumi: Target APBN 2.624,55, realisasi 974,00 atau 37,15% dari target. Capaian di bawah target mengikuti dinamika produksi gas setiap produk turunan.
  • Sektor gas bumi: Target APBN 33.730,75, realisasi 17.475,78 atau 51,81% dari target. Pencapaian di atas target dipengaruhi kenaikan nominasi pembeli (buyer).

Baca Juga: Hiswana Migas Temui Gubernur Sulteng, Bahas Kuota LPG Subsidi

Rapat ini, juga dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Martin Hasugian, dan perwakilan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Rekonsiliasi data lifting migas, dianggap penting karena berhubungan langsung dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang nantinya dibagihasilkan kepada daerah penghasil.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar