MOROWALI, theopini.id – Rapat Kerja (Raker) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali, sebagai ruang menyatukan langkah pembangunan daerah.
“Koordinator ini, dibekali dua kekuatan oleh pemerintah pusat, yaitu kewenangan dan pendanaan. Dengan keduanya, kita harus bersinergi untuk mempercepat pembangunan,” tegas Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid saat membuka rapat kerja di Kabupaten Morowali, Selasa, 19 Agustus 2025.
Baca Juga: Raker Perdana Apdurin Parimo, Bahas Peningkatan Kualitas dan Volume Ekspor Durian
Ia menekankan, indikator utama keberhasilan pembangunan adalah penurunan angka kemiskinan. Karena itu, pola perencanaan daerah harus diarahkan lebih fokus pada program-program pengentasan kemiskinan.
“Inilah alasan kita hadir langsung ke daerah, untuk duduk bersama dan menyatukan persepsi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid turut mensosialisasikan program 9 BERANI sebagai visi-misi Pemerintah Provinsi.
Program tersebut, meliputi BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Sejahtera, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Makmur, BERANI Berkah, BERANI Harmoni, dan BERANI Berintegritas.
“Program ini harus dijalankan secara simultan oleh provinsi dan kabupaten. Misalnya, Berani Cerdas yang memberi dukungan pendidikan SMA/SMK/SLB, beasiswa bagi 7.153 mahasiswa, hingga pembiayaan prakering dan uji kompetensi siswa SMK,” ungkapnya.
Untuk bidang kesehatan, ia menekankan pentingnya program BERANI Sehat yang berbasis KTP Sulawesi Tengah.
“Sejak 13 April 2025, kita telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Sampai Agustus 2025, Pemprov telah membayarkan Rp 33 miliar kepada BPJS Kesehatan demi jaminan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Anwar juga mendorong Pemda Morowali menetapkan wajib belajar 13 tahun, agar akses pendidikan semakin merata.
Baca Juga: Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Gelar Raker Penyusunan Program 2025
Sementara itu, layanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS, termasuk korban luka akibat busur, kini telah dijamin lewat program provinsi.
Ia pun menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, agar bersinergi dengan perangkat daerah di Morowali.
“Setiap program yang telah disepakati harus diperkuat lewat payung hukum agar implementasinya efektif,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar