Polri Tekankan Peran Orang Tua sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan Anak

POSO, theopini.id – Orang tua disebut sebagai benteng utama, dalam mencegah kekerasan terhadap anak sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme.

Hal ini, menjadi pesan utama dalam sosialisasi yang digelar Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melalui Tim Da’i Polri kepada para wali santri Pondok Pesantren Baabul Khair di Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Sulawesi Tengah, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Baca Juga: Polsek Batui Serahkan Tersangka Kekerasan Anak ke Kejari Banggai

“Kekerasan bukan cara mendidik. Mari bersama wujudkan rumah dan pesantren yang ramah anak,” ujar Tim Da’i Polri IPDA Ilham Sriwan, didampingi AIPTU Ridwan dan AIPDA Sofyan Al Liosi.

Ia menekankan, sejumlah materi penting kepada para wali santri, mulai dari pengertian kekerasan anak, dampaknya secara fisik dan psikologis, penyebab utama terjadinya kekerasan, hingga tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan.

Menurutnya, peran keluarga sangat vital dalam mencegah kasus kekerasan sekaligus memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman.

“Paham-paham radikalisme bisa masuk melalui banyak celah. Penting bagi kita semua untuk saling menjaga dan melindungi anak-anak dari pengaruh negatif,” jelas Ipda Ilham.

Selain isu kekerasan anak, Tim Da’i Polri juga mengajak para wali santri untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan menguatkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan harmoni di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Baabul Khair, Hi Buhari, menyampaikan terima kasih kepada Tim Da’i Polri atas materi dan pendekatan yang diberikan.

Baca Juga: Gemar Menyapa Jadi Aksi Pencegahan Kekerasan Anak di Samarinda

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

“Kami siap bersinergi dengan Polri dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan serta pengaruh paham radikalisme,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar