PARIMO, theopini.id — Bagi seniman Irwan, pengalaman menjadi pengajar seni film di sekolah dasar bukan hal yang biasa. Melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025, ia untuk pertama kalinya harus mengajarkan dunia perfileman kepada anak-anak SD Inpres 3 Tada, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Saya pertama kalinya ajar film di SD, seru, bagi saya ini tantangan baru dari saya yang basicnya pekerja kreatif tiba-tiba ajar anak-anak. Cukup menyenangkan,” ungkap Irwan, Kamis, 28 Agustus 2025.
Baca Juga: Dukungan APBD Bantu Perluas Jangkauan GSMS 2025 di Parimo
Dari tiga kali pertemuan awal, ia melihat antusiasme yang tinggi dari para siswa maupun pihak sekolah.
“Saya baru tiga kali pertemuan, tapi dari tiga pertemuan ini, saya melihat siswa cukup antusias, mau belajar, pihak sekolah juga responnya sangat baik,” jelasnya.
Sebelum masuk ke materi inti pembuatan film pendek, Irwan terlebih dahulu memperkenalkan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).
Setelah itu, barulah siswa dikenalkan pada pengertian film pendek, pengembangan ide cerita, penyutradaraan, hingga keaktoran.
Untuk hasil akhir, ia menuturkan, karya yang akan diproduksi siswa tetap berupa film pendek, dengan ide cerita yang masih terkait dengan salah satu dari 10 OPK di Kabupaten Parimo.
“Harapan buat siswa, mereka bisa jadi sineas hebat, karena sekarang ekosistem film di Kabupaten Parimo masih kurang,” kata Irwan.
Ia juga mendorong adanya program seni berkelanjutan, khususnya yang melibatkan guru kesenian di sekolah.
“Kenapa tidak misal di tiap kecamatan ada satu komunitas seni yang isinya guru seni semua, berporses layaknya komunitas seni lain. Lewat komunitas juga pasti kita bisa saling bertukar pengetahuan dengan cara yang lebih menarik,” tambahnya.
Baca Juga: 19 Siswa SMP Negeri 2 Parigi Tampilkan Karya Seni Fotografi di Pentas Akhir GSMS
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Ninong Pandake, melalui Pamong Budaya Ahli Muda, Melly Novandha menyebutkan, program GSMS sudah berlangsung sejak Juli hingga September 2025.
“Harapannya agar semua seniman bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar