PALU, theopini.id — Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Neng, meyakini implementasi Proyek Perubahan (Proper) Transformasi Perhutanan Sosial akan meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu (HHBK), sekaligus menjaga kelestarian hutan di daerah.
“Nilai transaksi HHBK Sulawesi Tengah 2023 mampu menembus Rp43 miliar. Lewat transformasi perhutanan sosial, kami optimistis terjadi kenaikan hingga 12,5 persen,” ujar Moh. Neng saat peluncuran Proper di Kota Palu, Kamis, 4 September 2025.
Baca Juga: Kadis Kehutanan Sulteng Serahkan Bantuan Tangguh Bersinar di Sigi
Ia menjelaskan, peningkatan itu diharapkan muncul dari penguatan kelompok usaha perhutanan social, dan kelompok tani hutan yang selama ini menjadi penggerak utama pemanfaatan HHBK.
Program proper, juga disinergikan dengan prioritas 9 BERANI yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Lewat (proper) ini, BERANI Makmur disinergikan dengan kegiatan perhutanan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Reny A. Lamadjido menilai, Proper merupakan terobosan penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkeadilan, lestari, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gubernur Lantik Muhammad Neng Jabat Kepala Dinas Kehutanan Sulteng
“Terima kasih Pak Kadis yang sudah merintis peta jalan ini untuk kemajuan Sulawesi Tengah. Mudah-mudahan proper ini mendapat nilai tertinggi, terbaik, dan jadi nomor satu,” kata dia.
Dengan adanya proper ini, ia berharap perhutanan sosial tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari hutan.
Baca berita lainnya di Google News













