the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Parimo Darurat Kekerasan: Kasus Perempuan Dewasa Melonjak, Anak Tetap Jadi Korban Utama

the OPINIbythe OPINI
5 September 2025
in Headline
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
5 September 2025
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Parimo Darurat Kekerasan: Kasus Perempuan Dewasa Melonjak, Anak Tetap Jadi Korban Utama

Ilustrasi: Kasus kekerasan seksuan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Parimo terus meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sejak 2023-2025. (Foto: AI)

Baca Juga

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

PARIMO, theopini.id — Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kini berada dalam kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka-angka terbaru mencatat peningkatan mengejutkan. Kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa melonjak tajam pada 2025, sementara anak-anak tetap menjadi korban utama.

Baca Juga: Jaksa Eksekusi Kepsek, Terpidana Kekerasan Seksual Anak Usai Putusan MA

Fenomena ini, bukan sekadar deretan statistik. Ia adalah catatan kelam dari upaya perlindungan sosial yang belum optimal, sekaligus ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

Pergeseran Pola dalam Tiga Tahun

Jika menilik perjalanan tiga tahun terakhir, terlihat jelas pergeseran pola yang mengkhawatirkan. Pada 2023, korban terbanyak adalah anak-anak dengan 54 kasus, sedangkan perempuan dewasa mencatat 12 kasus.

Setahun kemudian, 2024, ada sedikit perubahan. Kasus perempuan dewasa sempat turun menjadi 9, tetapi angka pada anak justru naik menjadi 60. Seolah kekerasan terhadap anak masih sulit ditekan.

Plt Kepala Dinas DP3AP2KB Parimo, Kartikowati, menyebut tren tersebut sebagai alarm keras. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mendorong korban berani melapor.

Upaya itu, katanya, harus didukung dengan edukasi masyarakat tentang UU Perlindungan Anak dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sekaligus memastikan ketersediaan layanan perlindungan yang memadai.
“Tanpa kerja sama lintas sektor, masalah ini sulit diatasi,” ujarnya di Parigi, Rabu, 3 September 2025.

Kekerasan Seksual Masih Jadi Ancaman Terbesar

Angka demi angka menunjukan kecenderungan serupa, kekerasan seksual masih menjadi dominasi. Pada 2024, ada 51 kasus kekerasan seksual, diikuti 16 kekerasan fisik dan 1 psikis.

Mayoritas korban adalah anak-anak dengan 49 kasus seksual dan 9 fisik. Sementara perempuan dewasa mencatat 2 kasus seksual, 7 fisik, dan 1 psikis.

Peta Kekerasan di Kecamatan

Kekerasan di Kabupaten Parimo juga punya titik-titik rawan. Parigi menjadi titik merah dengan kasus tertinggi. Pada 2024, kecamatan ini mencatat 16 laporan, disusul Moutong 10, Parigi Selatan 8, Ampibabo 7, dan Parigi Barat 6.

Setahun berikutnya pada 2025, Parigi masih di posisi teratas dengan 9 laporan. Parigi Tengah mencatat 5 kasus, Ampibabo 4, sementara kecamatan lain seperti Taopa, Kasimbar, Toribulu, Parigi Selatan, dan Balinggi masing-masing 2 kasus.

Tingginya kasus kekerasan di Kecamatan Parigi dan sekitarnya, bisa jadi karena masyarakat kota lebih “melek” hukum, dan dekat dengan lembaga pelayanan.

Meski ada kecamatan tanpa laporan, hal itu bukan berarti bebas kekerasan. Bisa jadi korban memilih diam, atau akses pelaporan yang memang masih terbatas.

Bayang-Bayang Perkawinan Anak

Kekerasan juga tak bisa dilepaskan dari fenomena perkawinan usia dini. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menetapkan usia minimal 19 tahun, permohonan dispensasi nikah tetap muncul setiap tahun.

Pada 2023, ada 45 permohonan yang direkomendasikan dan 40 yang ditolak. Tahun 2024, rekomendasi menurun menjadi 25, sementara 43 tidak direkomendasikan. Hingga Agustus 2025, hanya 4 permohonan direkomendasikan, sedangkan 16 ditolak.

Angka yang menurun ini, bisa dimaknai dua hal, yakni kesadaran masyarakat terhadap bahaya perkawinan anak mulai tumbuh, atau proses rekomendasi kini lebih ketat.

Jalan Panjang Penanganan

Meski data dan tren sudah jelas, pekerjaan di lapangan jauh dari kata mudah. Kartikowati menyebut ada banyak tantangan, yakni akses ke desa-desa yang sulit dijangkau, budaya patriarki yang kuat, hingga stigma sosial yang membuat korban memilih bungkam.

“Kesadaran hukum masyarakat pun masih rendah, sementara layanan pendukung seperti shelter, tenaga pendamping, dan psikolog belum memadai,” ungkapnya.

Keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran semakin memperberat. Meski ada rencana dukungan melalui DAK PPA 2026, koordinasi lintas sektor yang lemah membuat data kasus tidak terintegrasi dengan baik.

Untuk itu, pemerintah daerah merancang strategi komprehensif, meliputi pencegahan lewat edukasi di sekolah, media, komunitas, hingga rumah ibadah.

Selain itu, memperkuat layanan terpadu dengan hotline 24 jam, UPTD PPA, dan shelter aman serta menjamin penanganan hukum yang cepat dan profesional.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Segera Tindaklanjuti Status PNS Kepsek Pelaku Kekerasan Seksual

Tak kalah penting, pemulihan korban juga menjadi prioritas dengan dukungan psikologis, medis, sosial, hingga ekonomi. Semua ini, ditopang jejaring lintas sektor lewat MoU, SOP bersama, dan forum kolaborasi.

Mimpi Parimo Ramah Perempuan dan Anak

Tujuan akhirnya jelas, menjadikan Kabupaten Parimo sebagai daerah yang aman, ramah perempuan, dan layak anak. Sebab, kekerasan dalam bentuk apa pun sejatinya adalah musuh bersama.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DP3AP2KBParimo#Kartikowati#KemenPPPA#parigimoutong#PemdaParimo#Sulteng#UPTPPAParimo
ShareSendTweet
Previous Post

SPHP Jadi Penopang Daya Beli, Mendagri Pastikan Harga Beras Rakyat Terjaga

Next Post

Wali Kota Dorong Produk UMKM Makassar Ikut dalam Paket Perjalanan Umrah

the OPINI

the OPINI

Related Posts

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

Kejari Parimo Gagas Program Jaksa Peduli Aset, Sasar Tanah hingga Kendaraan Dinas

30 Agustus 2026
Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

29 Agustus 2026
Hadiri Ngaben Massal di Mepanga, Bupati Erwin Tekankan Nilai Gotong Royong

Hadiri Ngaben Massal di Mepanga, Bupati Erwin Tekankan Nilai Gotong Royong

29 Agustus 2026
Banjir Kasimbar Belum Surut, Jembatan Peningka Putus dan 188 KK Terdampak

Banjir Kasimbar Belum Surut, Jembatan Peningka Putus dan 188 KK Terdampak

28 Agustus 2026
Kejari Parimo Kedepankan Pendekatan Humanis Tangani Anak, 142 SPDP Masuk Sejak Januari 2026

Kejari Parimo Kedepankan Pendekatan Humanis Tangani Anak, 142 SPDP Masuk Sejak Januari 2026

28 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

30 Agustus 2026
Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

30 Agustus 2026
BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

30 Agustus 2026
Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Dua Sisi Kasus Anak di Parimo: Menjadi Korban dan Berhadapan dengan Hukum

Dua Sisi Kasus Anak di Parimo: Menjadi Korban dan Berhadapan dengan Hukum

24 Agustus 2026
Siga Jadi Simbol Diplomasi Budaya, Gubernur Anwar Hafid Sambut Dubes Jerman di Palu

Siga Jadi Simbol Diplomasi Budaya, Gubernur Anwar Hafid Sambut Dubes Jerman di Palu

26 Agustus 2026
Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Dijerat Empat Pasal dengan Ancaman Berlapis

Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Dijerat Empat Pasal dengan Ancaman Berlapis

27 Agustus 2026
350 KK Kehilangan Akses Air Bersih, Bupati Parimo Perintahkan Penanganan Darurat

350 KK Kehilangan Akses Air Bersih, Bupati Parimo Perintahkan Penanganan Darurat

27 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 52 km TimurLaut LABUANBAJO-NTT

27 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d