PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menegaskan, sehebat apapun program pendidikan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif para guru.
“Program boleh bagus, anggaran boleh besar, tapi kalau guru tidak berperan aktif, hasilnya tidak signifikan. Karena itu, guru adalah garda terdepan dalam memajukan pendidikan,” ujar Anwar saat membuka Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sulawesi Tengah di Kota Palu, Jum’at malam, 13 September 2025.
Baca Juga: Disdikbud Parimo Gelar Workshop Penguatan Peran dan Disiplin Guru ASN
Gubernur Anwar pun mengupas rekam jejaknya yang sejak menjabat Bupati Morowali telah berpihak kuat pada dunia pendidikan. Ia pernah menggagas wajib belajar 12 tahun plus kuliah serta program satu laptop satu guru.
Kini, sebagai gubernur, komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan efisiensi anggaran. Hampir Rp 300 miliar dari APBD dialokasikan untuk program strategis BERANI Cerdas, yang fokus mencegah anak putus sekolah, khususnya di jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi.
“Salah satu implementasinya adalah beasiswa bagi mahasiswa Sulteng di jurusan dan universitas manapun, dengan besaran sesuai UKT masing-masing kampus,” jelasnya.
Selain beasiswa, pemerintah provinsi juga membuka kerja sama dengan kampus ternama seperti Unhas, ITB, UI, dan UGM dalam afirmasi jurusan unggulan, termasuk teknik metalurgi.
Bahkan kerja sama diperluas hingga luar negeri bersama Yayasan Global Katalyst, agar anak-anak Sulteng bisa kuliah di Jerman.
Tak hanya itu, Pemprov Sulawesi Tengah sedang memproses program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari PAUD, dan akan dituangkan dalam Peraturan Daerah.
“Apa pun kita lakukan supaya sumber daya manusia kita meningkat,” tegasnya.
Anwar juga menantang peserta Konkerprov menghasilkan rekomendasi konstruktif, yang bisa menjadi bahan kebijakan pemerintah provinsi di masa mendatang.
“Tolong hasilkan banyak rekomendasi, apa-apa saja yang harus kita lakukan supaya pendidikan di Sulawesi Tengah ini semakin maju,” pesannya.
Gubernur Anwar pun menyinggung kesejahteraan guru yang dinilainya krusial. Mulai tahun depan, Konkerprov akan menjadi ajang pemberian reward bagi guru berprestasi dan berdedikasi tinggi.
Baca Juga: Pemda Parimo Dorong Guru Agama Jadi Penggerak Akhlak dan Karakter Generasi Digital
“Saya yakin ada guru-guru kita yang punya dedikasi dan pengabdian tanpa batas,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.
Dalam momen tersebut, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru.
Sulawesi Tengah menjadi provinsi ketiga di Indonesia yang memiliki Ibunda Guru selain Jambi dan Lampung. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada PGRI kabupaten/kota yang memiliki tata kelola keuangan baik dan tertib membayar iuran anggota.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar